Ini sekedar catatan ringan mengenai resource-based theory dalam manajemen stratejik. Maklum, sekarang lagi tertarik mempelajari paradigma yang satu ini, selain juga untuk bahan disertasi S3 .. he he he ..

Resource-based theory (RBT) adalah suatu pemikiran yang berkembang dalam teori manajemen stratejik dan keunggulan kompetitif perusahaan yang menyakini bahwa perusahaan akan mencapai keunggulan apabila memiliki sumber daya yang unggul. Dengan sumber daya yang unggul, perusahaan mampu melakukan strategi bisnis apa saja, yang pada akhirnya membawa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif. Ini adalah cara pandang alternatif terhadap market-based theory yang menjadi mainstream pemikiran manajemen stratejik saat ini.

Apakah yang dimaksud dengan sumber daya yang unggul ? Sumber daya yang unggul adalah sumber daya yang langka serta susah untuk ditiru oleh pesaing. Sebuah perusahaan bisa saja membeli perangkat teknologi yang canggih, tetapi teknologi yang sama juga bisa dibeli oleh pesaing dalam waku cepat. Dengan demikian perangkat teknologi sepeti ini bukanlah sumber daya yang mampu membawa keunggulan kompetitif. Tetapi kompetensi manusia yang mampu mengoperasikan teknologi tersebut lah yang merupakan sumber daya yang unggul, sehingga dapat memanfaatkan perangkat teknologi tadi dengan maksimal sehingga memberikan manfaat besar untuk perusahaaan.

Secara umum, sumber daya yang mampu membawa keunggulan kompetitif tersebut adalah kompetensi sumber daya manusia, saling percaya (trust) di dalam perusahaan, budaya organisasi, serta basis data atau pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi melalui teknologi informasi.

Metode analisis yang dapat dipergunakan untuk mengetahui apakah suatu sumber daya memiliki keunggulan kompetitif adalah dengan menggunakan analisis VRIO (value, rarity, imitability, dan organization). Analisis V dilakukan dengan pertanyaan, apakah sumber daya tersebut memungkinkan perusahaan menangkap berbagai peluang bisnis dan mengatasi berbagai tantangan ? Jika jawabannya ya, maka sumber daya tersebut memiliki keunggulan kompetitif.

Analisis R dilakukan dengan pertanyaan, apakah sumber daya tersebut sukar diperoleh di pasar dan hanya dimiliki oleh beberapa pemain bisnis semata ? Jika jawabannya ya, maka sumber daya tersebut memiliki keunggulan kompetitif.

Analisis I dilakukan dengan pertanyaan, apakah jika sebuah perusahaan tidak memiliki sumber daya tersebut, dia akan mengalami kesulitan untuk mengembangkan atau menirunya ? Jika jawabannya ya, maka sumber daya tersebut memiliki keunggulan kompetitif.

Analisis O dilakukan dengan pertanyaan, apakah kebijakan perusahaan sudah mampu memanfaatkan semua sumber daya yang memiliki karakter VRI di atas ? Jika jawabannya ya, maka kebijakan perusahaan sudah mengarah ke penciptaan keunggulan kompetitif,

(Sumber : Barney dan Clark, 2007, “Resouce-Based Theory”).