Beberapa liputan media mengenai Indonesia ICT Expo 2008 di Batam pertengahan bulan Agustus yang lalu … Menurut saya, inisiatif stratejik PT. Telkom, yaitu Sumatera Pulau Digital, Indonesian Digital Community, dan sebagainya, perlu didukung dan malahan dijadikan agenda nasional.

Untuk negara berkembang, memang pengembangan infrastruktur, terutama telekomunikasi yang menjadi tulang punggung internet, apalagi untuk tujuan non-komersial atau kemasyarakatan, harus dilakukan oleh penyedia yang menjadi kaki tangan pemerintah. Hal ini sangat capital intensive, sementara itu return-nya masih belum kelihatan dalam waktu dekat. Di sini ada unsur corporate social resposibility-nya. Sudah pasti pihak swasta tidak begitu tertarik untuk hal ini. Jadi, saya menilai, apa yang dilakukan PT. Telkom dengan inisiatif stratejik tersebut sudah tepat, karena Telkom lah pihak yang paling punya kemampuan untuk itu …

Sumatera Pulau Digital :

… Executive General Manager Telkom Divre I Sumatera, Muhammad Awaluddin menyebutkan, segala upaya mendorong masyarakat agar terbiasa menggunakan sarana ICT memang harus terus dilakukan semua pihak. Selain menyediakan infrastruktur akses internet yang handal seluas-luasnya serta melakukan edukasi terhadap masyarakat maka yang tak kalah pentingnya adalah digelarnya berbagai event dalam bentuk pameran yang mengarah kepada pengenalan dunia ICT seperti sekarang ini. Menurut dia, berbagai aktifitas untuk mengurangi kesenjangan digital yang masih dirasakan sebagian besar masyarakat Sumatra sebenarnya sudah dilakukan oleh Telkom Divre I Sumatera. Seiring dengan obsesi menjadikan “Sumatera Pulau Digital” yang dicanangkan pada tahun 2007 dan selanjutnya diperkuat tekadnya untuk menjadikan “2008 Sebagai Tahun Kebangkitan ICT di Sumatera” … (Suara Karya) Read More…

Pagi tadi, saya menjadi pembicara pada acara Seminar Nasional Tips dan Trik Jitu Membangun dan Menerapkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Hotel Planet Holiday - Batam. Acara ini diselenggarakan oleh KADIN Provinsi Kepulauan Riau dan Majalah e-Indonesia, serta didukung oleh DepKominfo. Saya kebagian topik mengenai manajemen perubahan organisasi untuk mempercepat proses implementasi TIK.

Agak diluar dugaan, ternyata terjadi perubahan acara disebabkan adanya acara protokoler yang berubah, maka saya menjadi pembicara pertama. Waduh, padahal materi presentasi saya siapkan bukan untuk menjadi pembicara pertama, melainkan menjadi pembicara kesekian, begitu. Apalagi topik saya sifatnya sangat mikro, yaitu perubahan organisasi, maka tentunya harus didahului oleh pembahasan aspek makro. Pada sesi pertama ini, ada 3 pembicara yang tampil, pertama saya sendiri, lalu Pak Heru Sutadi (BRTI / majalah e-Indonesia), serta ketiga Pak Muhammad Awaluddin (Telkom Divre Sumatera).


Tiga pembicara sesi pertama menerima kenang-kenangan dari panitia, dari kiri : saya, Pak Heru Sutadi (BRTI), Pak Andy Zoeltom (e-Indonesia / panitia), dan Pak Muhammad Awaluddin (Telkom Divre Sumatera).
Read More…

Untuk kedua kalinya, saya atas nama People Performance Consulting menjadi fasilitator untuk topik open thinking and learning untuk Sierad Produce, sebuah perusahaan perunggasan atau poultry yang besar di Indonesia. Workshop kali ini diikuti oleh para manajer di lingkungan Sierad Produce, dan bertujuan untuk memberikan kompetensi berpikir terbuka dan belajar dari lingkungan, terutama lingkungan kerja. Acara ini berlokasi di Gading Golf - Serpong. Jadinya, dari ruangan workshop, kami bisa menatap luasnya lapangan golf, dan membuat mata tidak bosan, tidak sumpek, dan ide-ide bisa keluar dengan baik.

Ada 3 kata kunci yang harus dibahas pada workshop ini, yaitu (1) open, (2) thinking, serta (3) learning. Dengan demikian, materi workshop ini pun dipilah atas 3 topik besar tersebut walaupun saling berkaitan satu dengan yang lain. Open berarti terbuka, mau menerima paradigma yang lain, serta kreatif mencari sesuatu yang baru di luar yang biasanya terjadi atau dilakukan. Thinking di sini maksudnya adalah paradigma berpikir. Ada manusia yang berpikir rasional, emosional, dan kultural. Di sisi lain, manusia juga bisa berpikir empiris, interpretif, dan kritis. Sedangkan learning adalah berbagai pola belajar yang terjadi pada orang dewasa, antara lain concrete experience, reflective, abtract, dan sebagainya. Read More…

Saya kembali mendapat kehormatan untuk memberikan workshop untuk Pendidikan Manajemen Utama untuk PT. Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV, bertempat di Hotel Cisarua Cottage, di Cisarua - Puncak. Saya kebagian 2 sesi, yaitu sesi Strategic Management kemaren, dan Learning Organization pada hari ini. Workshop ini diikuti oleh para calon general manager pelabuhan serta senior manager di masing-masing kantor pusat Pelindo I, II, dan III. Pada program pendidikan ini, Pelindo IV tidak mengirimkan peserta.

Sesi strategic management adalah sesi yang paling seru. Ini sangat berkaitan dengan UU no 17 / 2008 mengenai Pelayaran, dan juga berdampak sangat signifikan kepada bisnis Pelindo. Jika dilihat lebih jauh, besar kemungkinan Pelindo harus melakukan restrukturisasi model bisnisnya dalam waktu dekat. Debat mengenai UU no 17 / 2008 ini terbagi dua. Pertama yang menganggap UU ini adalah sesuatu yang masih bisa diubah sehingga perlu melakukan judicial review. Kedua, yang menganggp UU ini sudah final, sehingga yang perlu dilakukan Pelindo adalah menerapkan manajemen perubahan untuk menyesuaikan diri. Read More…

Masih belum hilang rasa letih sehabis liburan dari Parai - Bangka kemarin, maka hari ini menjadi fasilitator workshop untuk topik Creative Problem Solving, dalam rangka Program Pendidikan Manajemen Madya untuk PT. Jamsostek (Persero). Ini adalah untuk kesekian kalinya saya membawakan topik sejenis untuk program pendidikan di Jamsostek. Topik ini sangat menarik, karena yang namanya kreativitas pasti tidak bisa diajarkan, melainkan harus dicobakan. Maka jadilah workshop ini seharian dengan penuh canda tawa, tanpa menghilangkan keseriusan.

Aspek konsep sangat minim dibawakan dalam workshop ini, karena memang konsep kreativitas itu tidak banyak. Paling hanya definisi kreativitas, pola pikir sistematis dan kreatif atau otak kiri dan kanan manusia, hambatan berpikir kreatif, serta berbagai metode kreatif seperti SCAMPTER, morfologi atau pengandaian, dan sebagainya. Selebihnya, kita latihan dan mencoba untuk menerapkan konsep kreativitas di kelas. Read More…

Hari ini, kami dari People Performance Consulting (PPC-Indonesia), mendapatkan kehormatan untuk menjadi fasilitator pada Balanced Scorecard Workshop untuk para Manajer IKU yang baru di Bank Indonesia. IKU adalah istilah yang lazim dipergunakan di Bank Indonesia untuk KPI (key performance indicators). Dengan demikian, para Manajer IKU adalah mereka yang memanajemeni KPI atau IKU di setiap direktorat di lingkungan Bank Indonesia. Acara ini dilakukan di Hotel Savoy Homann - Bandung.

PPC-Indonesia menurunkan tim yang terdiri dari saya sendiri, rekan saya Yodhia Antariksa, serta Ade Ahmad Rozi. Sementara itu, teman kami Vani Virgayanti magang sekaligus menjadi pengamat untuk topik balanced scorecard di dalam ruangan tersebut. Saya sendiri bertindak sebagai lead facilitator. Read More…