MASALAH GOVERNANCE DI DAERAH

2 komentar »

Pada hari kedua ini, sesi pagi dimulai dengan membahas isu mengenai masalah governance di daerah. Pembicara yang memaparkan pemikiran mereka adalah Pak Fadel Muhammad (Gubernur Provinsi Gorontalo) dan Prof. Bambang Brodjonegoro (Dekan Fak. Ekonomi UI). Sesi ini dipandu oleh Pak Faisal Basri, seorang pengamat ekonomi kondang dari Univ. Indonesia.

Pak Fadel adalah gubernur yang unik di Indonesia. Beliau adalah gubernur yang sarat dengan penghargaan, mantan pelaku bisnis, dan berani membuat sejumlah terobosan untuk membangun Gorontalo. Menurut beliau, ada 5 masalah yang dihadapi saat ini oleh daerah (saya kutip langsung dari bahan presentasi beliau) :

Problem of implementing democarcy, how to balance pratice of democracy in public, civil, economy, social, an culture to guarantee justice and prosperity for all citizen.

Baca selengkapnya … »

BANGKA BELITUNG BERBASIS ICT : BAGAIMANA KABARNYA ?

1 komentar »

Tanggal 13 November 2006, persis dua tahun yang lalu, saya menjadi salah satu pembicara pada seminar mengenai Bangka Belitung Berbasis ICT (Information and Communication Technology) yang diselenggarakan di Universitas Bangka Belitung, di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Tujuan seminar saat itu adalah untuk memberikan gambaran dan mensosialisasikan konsep tentang pengembangan wilayah Babel berbasis ICT.

Saya masih ingat saat itu, seminar ini dibuka oleh Rektor Universitas Bangka Belitung yang menekankan bahwa penerapan ICT sudah merupakan syarat mutlak dan menjadi kebutuhan untuk dapat bersaing saat ini. Sesi pertama saat itu dibawakan oleh Pak Judi Kristanto dari Universitas Bangka Belitung dengan topik perkembangan ICT dalam pembanguan kota. Saya kebagian sesi kedua dengan topik menyelaraskan (alignment) pengembangan wilayah dengan strategi ICT. Sesi ketiga dibawakan oleh Kilynn Tan dari Q-Nap Smart dengan topik kerangka konseptual cybercity lengkap dengan demo aplikasinya.

Ide besarnya ditulis oleh sahabat saya, Sofian Lusa, silakan dibaca di sini.

Setelah dua tahun berlalu … bagaimana kabarnya sekarang ya ?

BATAM, KEPRI, DAN TEORI CLUSTER

3 komentar »

Mumpung masih fresh baru balik dari Batam, dan mendapatkan kesempatan untuk ngobrol dengan orang-orang penting di jajaran pemko Batam dan pemda Kepulauan Riau (Kepri), maka saya mencoba menuliskan pemikiran ini, mengenai strategic positioning Batam dan Kepri secara umum. Tulisan ini memang baru pemikiran awal, secara umum, dan memang masih perlu studi lebih lanjut untuk rinciannya.

Saya sangat mempercayai teori cluster dan dari Michael Porter. Jadi alat analisis saya di sini adalah teori cluster. Cluster adalah sebuah wilayah yang dibangun dengan fokus kepada satu keunggulan tertentu. Sebuah cluster ditopang oleh beberapa hal, yaitu kondisi bisnis, infrastruktur, kondisi pasar, regulasi pemerintah, pendidikan, industri lain yang relevan, serta sumber pendanaan atau keuangan.

Kepri, saat ini adalah propinsi termuda di Indonesia, terdiri dari 96% lautan, dan hanya 4% daratan. Tanpa analisis yang mendalam, kita sudah bisa menebak, bahwa industri maritim adalah strategic positioning dari Kepri. Industri maritim ini memiliki banyak sub-industri yang bisa diangkat sebagai cikal bakal cluster, antara lain perikanan, perkapalan, pariwisata kelautan. Kepri juga memiliki keunggulan komparatif yang lain, yaitu terletak di posisi silang jalur pelayaran, serta memiliki cadangan minyak bumi di sekitar Natuna. Oke deh, minyak bumi kita keluarkan dulu dari daftar strategic positioning ini, walaupun bisa saja suatu saat pemda berpartisipasi dalam hal ini seperti Bumi siak Pusako di Riau yang ikut mengelola sumur minyak ex Caltex (sekarang Chevron) bersama Pertamina. Dengan demikian, Kepri memiliki strategic positioning industri maritim, meliputi perikanan, perkapalan, dan pariwisata kelautan. Baca selengkapnya … »