Archive for the ‘Pengembangan diri’ Category

Tadi sore, saya mengisi workshop mengenai Kreativitas untuk PT. Sharp Indonesia, bersama si provokator Prasetya M. Brata serta si creative chef Wiryawan. Saya mengisi sesi mengenai enterprise creativity, yaitu bagaimana menempatkan kreativitas dalam konteks strategi bisnis perusahaan. P

ada prinsipnya, mengelola sebuah perusahaan adalah sebuah proses kreatif. Bahkan manajemen stratejik pun adalah sebuah proses kreatif. Tetapi itu bukanlah proses kreatif yang tanpa bentuk, melainkan suatu kombinasi yang sinergis antara berpikir kreatif dan berpikir sistematis atau analitis. Nah, bagaimana memadukan keduanya? Itulah tantangannya.

Pada saat kita ingin memunculkan berbagai alternatif atau ide terobosan, maka berpikir kreatif adalah kata kuncinya. Tetapi pada saat suatu keputusan ingin dibuat (decision making process), maka berpikir analisis atau sistematis adalah kuncinya. Keduanya saling melengkapi dan bersinergi.

So, let’s be creative guys !

Read the rest of this entry »

(Juga saya posting di ngerumpi.com).

Niatnya tadi menulis tentang reframing organization sebagai salah satu wujud organization development, tetapi jadinya menulis re-framing pikiran.

Well, tulisan ini diinspirasi oleh sebuah diskusi dengan seorang sahabat. Melalui diskusi yang cukup intensif, saya mencoba untuk menyusun catatan kecil ini. Tulisan ini membahas re-framing atau membingkai-ulang tetapi berbeda, suatu cara mengendalikan pikiran, dan akhirnya menentukan wujud tindakan sehari-hari.

Bisakah anda bersahabat baik dengan mantan pacar atau bahkan pasangan anda? Mungkin dulu putusnya baik-baik, atau mungkin kurang baik, tetapi saat ini persahabatan jalan terus, bahkan bersahabat baik. Dari pacar atau pasangan (ya, pasti dulu pernah anda sukai bahkan cintai) menjadi sahabat baik (saling menghormati dan menghargai sebagai sahabat, tetapi tidak lagi sebagai kekasih atau saling mencintai seperti dulu)?

Inilah yang disebut dengan re-framing. Mungkin buat sebagian orang hal ini bisa dilakukan dengan mudah, tetapi bisa jadi buat sebagian lagi ini teramat sulit dilakukan. Bahkan seringkali, kita bisa melakukannya pada konteks tertentu, sedangkan pada konteks lain, sulit sekali.
Read the rest of this entry »

Kumpulan opini yang saya kutip dari Majalah SWA 28 Mei 2009 (termasuk IMHO / in my humble opinion) … So, bagaimana tipsnya ? Inilah ringkasannya :

- Kemampuan kepemimpinan yang baik (great leadership).
- Personal branding yang baik (great personal branding).
- Kinerja yang baik dan bernilai lebih (great performance record).
- Terus-menerus mengembangkan kompetensi (learning new things).
- Menarik pelajaran dari kegiatan keseharian (learning from daily life).
- Selalu belajar dari orang-orang sukses (learning from others).
- Selalu up-to-date dengan kondisi bisnis yang ditekuni (up-to date).
- Selalu menjadi yang terbaik, lakukan yang terbaik (always do the best).

Pengakuan akan datang dengan sendirinya sebagai buah dari kerja keras dan komitmen baik Anda sebagai profesional. Ke depan, dengan situasi bisnis yang makin kompleks, apalagi gelombang krisis global belum surut, tentu profesional makin dituntut untuk mampu memoles diri. Tak hanya wawasan, menurut Riri Satria, diperlukan pula kemampuan kepemimpinan dan tak kalah penting personal branding. “Supaya terus menjadi incaran head-hunter,” ucap Direktur Consulting People Performance Consulting Indonesia ini. 

“Seorang profesional harus bisa menjaga kinerja serta rekam jejaknya dengan baik, berkontribusi terhadap perkembangan perusahaan, memiliki nilai lebih dibanding profesional lain di bidangnya dan mampu membangun relasi sehingga banyak orang yang merekomendasikan mereka kepada head-hunter,” papar pengamat manajemen SDM, Arina Sary.

Read the rest of this entry »


March 2010
M T W T F S S
« Feb    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
My Twitter Update
FIND ME ON :