Archive for the ‘Stratejik’ Category
(Komentar saya mengenai Hotel Santika, dimuat pada majalah SWA Februari 2010, selengkapnya bisa dibaca di sini). Terima kasih untuk Mbak Herning Banirestu dari SWA yang telah menuliskan komentar saya ini.
Riri Satria, pemerhati bidang manajemen bisnis, menandai tiap perusahaan hebat selalu memiliki filosofi dasar dalam pengembangan SDM. Ada satu sistem nilai yang menjadi roh manajemen SDM-nya. GS (Grup Santika) pun demikian. “Mereka menyisihkan banyak effort dalam pengembangan SDM dan ingin menjadikan orang-orangnya terbaik di bidangnya,” katanya.
Riri yakin walau Hotel Santika punya bisnis yang berbeda dari KKG (media), filosofi pengembangan SDM tetap sama. “Mereka pasti diilhami filosofi pengembangan SDM induknya,” imbuh pria yang sedang menyelesaikan doktor di Institut Pertanian Bogor itu. Karenanya, tidak mengherankan bagi Riri, Hotel Santika mampu mengembangkan SDM-nya dengan baik.
Lebih lanjut, Riri melihat GS merupakan perpaduan yang kuat antara hotel university, hotel management dan hotel multisegment. “Mereka menghadapi berbagai tantangan dengan multisegmen. Karena targetnya yang multisegmen itu, bebannya dalam mengembangkan kompetensi SDM pun lebih berat daripada mereka yang hanya mengembangkan satu segmen saja,” katanya. Dia memercayai, bila GS berhasil mengembangkan multisegment, mereka akan boom. “Namun, untuk itu harus kuat di bidang sistem dan SDM. Dibutuhkan keselarasan.”
Wah, sudah lama tidak menulis di blog ini, hampir 2 (dua) bulan absen gara-gara kesibukan yang menggila ….
Akhir-akhir ini saya punya hobby baru, yaitu mancing ikan, dan ditularkan oleh anak saya, Raihan. Ternyata mancing itu seru juga ya. Lebih dari itu, memancing rupanya juga memiliki filosofi yang sama dengan dunia bisnis. Ringkasnya, ada konsep strategi bisnis yang kita pelajari dalam mancing ini … Karena berbisnis itu sendiri adalah mancing, yaitu mancing customer untuk membeli produk kita.
PASAR SASARAN : MANCING DI EMPANG ATAU LAUT ?
Filosofi pertama adalah, kita harus menentukan, mau mancing di mana ? Apakah di empang atau di laut ? Kalau maunya mancing di empang, ya harusnya sudah disadari bahwa paling dapatnya ikan mas, gurame, atau mungkin ikan lele. Tidak mungkin memancing ikan tenggiri di empang. Kalau mau mancing tenggiri, ya harus ke laut. Begitu pula dengan berbisnis, kita harus menentukan pasar yang menjadi sasaran kita, apakah pasar kelas bawah, menengah, atau papan atas … Oh ya, baik di empang maupun di laut, kita harus yakin di mana kira-kira banyak ikannya …
TEKNOLOGI : ALAT PANCING YANG CANGGIH ATAU SEDERHANA ?
Kalau mau mancing tenggiri di laut, ya alat pancingnya tentu harus canggih, gagang pancingnya kuat, benangnya yang kawat lentur, dan roll-nya harus yang oke punya. Kalau tidak begitu, mana bisa mendapatkan tenggiri. Kalau mancing tenggiri dengan alat pancing sederhana yang biasa dipakai di empang, bisa-bisa putus dan tenggirinya tidak dapat-dapat. Tetapi jika memang mau mancing di empang, tentu saja alat pancing yang lebih sederhana bisa dipergunakan. Intinya, harus selaras (align) antara teknologi yang dipergunakan dengan pasar sasaran yang dituju. Begitu juga dalam berbisnis, untuk segmen pasar tertentu penggunaan infrastruktur teknologi informasi dan internet menjadi suatu keharusan, tetapi mungkin di segmen pasar yang lain, hal seperti itu tidak perlu.
Read the rest of this entry »

“Jika nama anda tidak terdeteksi oleh search engine saat ini, maka anda seolah-olah tidak hidup di dunia ini” (quote : Budi Putra, Country Editor Yahoo! Indonesia)
Tadi siang, pada break-out session Pesta Blogger 2009, saya mengikuti sesinya sahabat saya, Budi Putra, yang sekarang adalah Country Editor Yahoo! Indonesia. Budi membawakan sesi mengenai Yahoo! Mim, sebuah agregator untuk social application network di internet.
Buat saya, yang menarik bukanlah penjelasan Budi tentang Yahoo! Mim, melainkan penjelasan mengenai strategi bisnis Yahoo! ke depan. Berbeda dengan Google, rupanya Yahoo! memilih untuk berkonsentrasi di konten informasi, yaitu menjadi pengelola konten informasi, tetapi tidak memproduksi informasi itu sendiri. Yahoo! akan menyediakan layanan mengintegrasikan berbagai informasi yang dihasilkan di internet, baik oleh mainstream media, maupun citizen journalism. Sementara itu Google terlihat lebih fokus kepada aplikasi untuk internet.
Read the rest of this entry »


