Nov 28

Tadi sore, The 2nd Annual Top Executive Forum on Governance sudah ditutup. Banyak pemikiran-pemikiran menarik yang muncul dalam forum ini, bahkan menurut saya, ada beberapa yang radikal. Saya mencatat setidaknya ada 2 pembicara yang radikal dalam pengertian mengajak kita untuk berpikir dengan paradigma yang lain, suatu cara pandang yang lain, untuk mencapai kemaslahatan bersama, yaitu Tun Dr. Mahathir Mohamad (mantan PM Malaysia), dan Dr. Fadel Muhammad (Gubernur Provinsi Gorontalo). Jika Tun Dr. Mahathir berbicara dalam skala regional Asia, maka Dr Fadel berbicara dalam skala daerah atau provinsi di Indonesia.
(Lihat tulisan posting tentang pemikiran Tun Dr. Mahathir di sini, lalu masalah governance di daerah di sini, serta penegakan hukum di ini).
Inilah beberapa catatan yang buat / rangkum selama acara berlangsung : Baca selengkapnya … »
Oct 25
Tadi siang saya melanjutkan kuliah Learning Organization di program Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen PPM. Pada pertemuan pertama sebelumnya saya banyak membahas konsep learning organization itu sendiri, dan pada pertemuan kedua ini, saya banyak mendiskusikan kaitan antara manajemen stratejik dengan learning organization, serta konsep system thinking dalam learning organization.
Saya memulai kuliah dengan melakukan refreshing mengenai manajemen stratejik kepada peserta, antara lain Porter’s generic strategies, Ansoff’s product - market matrix, blue ocean strategy, lalu market-based strategy serta resource-based strategy. Apapun pilihan aliran penyusunan strateginya, yang pasti setiap perusahaan akan berinteraksi dengan lingkungannya. Baca selengkapnya … »
Oct 11
Tadi siang sampai sore, saya mengajar pada mata kuliah Knowledge Management and Learning Organization pada program Magister Manajemen (MM) Eksekutif angkatan 42 di Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta. Sekolah Tinggi Manajemen PPM adalah almamater saya juga, di samping Fakultas Ilmu Komputer - Universitas Indonesia dan program Doktor Manajemen Bisnis - Institut Pertanian Bogor (di mana saya sedang menyelesaikan S3 saya).
Di samping itu, saya pernah bekerja di PPM ini selama 7 tahun, yaitu pada kurun waktu 1997 - 2004, dan ini merupakan masa kerja terlama dalam karir saya di sebuah organisasi. Itulah sebabnya, mengajar di PPM sering memberikan kesan emosional tertentu pada diri saya, karena ini juga merupakan organisasi yang ikut membesarkan saya, baik dari sisi keilmuan, maupun profesional. Baca selengkapnya … »
Oct 11
Tulisan saya ini dimuat pada harian Sinar Harapan, Sabtu 19 Januari 2002, sudah lama sih, tetapi menurut saya masih relevan dengan kondisi sekarang …
Krisis ekonomi sejak tahun 1997 dan diikuti oleh krisis multidimensi sampai sekarang memberikan pelajaran yang sangat berharga dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Kita akhirnya belajar bahwa pujian-pujian yang diberikan oleh Bank Dunia tentang keberhasilan pembangunan ekonomi kita, ternyata walaupun menyejukkan, tetapi sangat menjebak. Apakah mungkin sebuah negara dengan fundamental ekonomi yang disebut-disebut kuat ternyata mengalami krisis seperti ini? Rasanya sulit untuk diterima oleh pikiran kita.
Jeffrey Winters yang sering mengamati Indonesia menggambarkan Bank Dunia sebagai suatu organisasi yang terbelah dua, yaitu ”bank retorik” dan ”bank sebenarnya”.
Pihak-pihak yang berada pada belahan pertama yaitu ”bank retorik” bertugas untuk menyusun laporan-laporan, pernyataan-pernyataan, dan press release yang ”menyejukkan” atau ”menyenangkan semua pihak”. Baca selengkapnya … »