Archive for the ‘Konsultan’ Category

Tadi sore, saya mengisi workshop mengenai Kreativitas untuk PT. Sharp Indonesia, bersama si provokator Prasetya M. Brata serta si creative chef Wiryawan. Saya mengisi sesi mengenai enterprise creativity, yaitu bagaimana menempatkan kreativitas dalam konteks strategi bisnis perusahaan. P
ada prinsipnya, mengelola sebuah perusahaan adalah sebuah proses kreatif. Bahkan manajemen stratejik pun adalah sebuah proses kreatif. Tetapi itu bukanlah proses kreatif yang tanpa bentuk, melainkan suatu kombinasi yang sinergis antara berpikir kreatif dan berpikir sistematis atau analitis. Nah, bagaimana memadukan keduanya? Itulah tantangannya.
Pada saat kita ingin memunculkan berbagai alternatif atau ide terobosan, maka berpikir kreatif adalah kata kuncinya. Tetapi pada saat suatu keputusan ingin dibuat (decision making process), maka berpikir analisis atau sistematis adalah kuncinya. Keduanya saling melengkapi dan bersinergi.
So, let’s be creative guys !
Read the rest of this entry »
(Repost dari website Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB)).
(Selasa, 13 Oktober 2009), CEO Forum menghadirkan Riri Satria (Konsultan dan Fasilitator Pelatihan Manajemen), dengan topik “Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi”.
Pada awal presentasinya, beliau menjelaskan pengertian seorang manajer dengan mengacu pada pendapat Mintzberg dalam bukunya “Managers Not MBAs” yang cukup menghebohkan kalangan pengelola business school di dunia. Dalam buku Mintzberg menyebutkan umumnya sekolah hanya sebatas membentuk pengetahuan dan keterampilan, tetapi jarang yang sampai membentuk perilaku.
Padahal, perilaku memegang peranan penting sebagai penentu superior performance dalam bekerja, apalagi sebagai manajer. Sementara pengetahuan dan keterampilan lebih hanya bersifat minimum requirements untuk berprofesi di bidang tertentu.
Read the rest of this entry »
Rupanya Departemen Keuangan RI sangat serius menerapkan balanced scorecard untuk manajemen kinerja organisasinya. Hal ini dimulai sejak tahun 2007, di mana balanced scorecard untuk tingkat Departemen Keuangan mulai disusun, dilanjutkan dengan balanced scorecard untuk tingkat eselon I pada tahun 2008. dan akhir 2008 / awal 2009, balanced scorecard untuk eselon II sudah mulai disusun.
Kami mendapatkan kepercayaan dari Departemen Keuangan untuk memandu workshop mengenai balanced scorecard, terutama penyusunan untuk tingkat eselon III dan merupakan hasil cascading dari eselon II. Setelah melakukan workshop mengenai balanced scorecard untuk para penanggung jawab penyusunan di setiap unit eselon I yang dikoordinir oleh Pusat Harmonisasi Kebijakan (Puskaha), diikuti dengan workshop balanced scorecard untuk para KPI Manager Departemen Keuangan RI di Bandung, Read the rest of this entry »


