Archive for the ‘Dosen’ Category
Sejatinya separuh dari diri saya ini berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan - Sumatera Barat, karena papa saya berasal dari Desa Asam Kumbang di Pesisir Selatan. Tetapi papa lahir di Payakumbuh, karena orang tua papa (keluarga kakek saya) merantau ke Payakumbuh dulu. Dengan demikian, kontak dengan keluarga papa di Pesisir Selatan nyaris tidak ada. Bahkan saya nyaris tidak pernah mengunjungi daerah ini, dan seingat saya hanya sekali saya ke sini, itupun sudah lama sekali, yaitu saat masih duduk di bangku SD.
Tadi seharian, saya mendapatkan kesempatan mengunjungi daerah ini. Saya menggantikan papa mengajar di kelas Magister Manajemen di STIE KBP di Kota Painan - Pesisir Selatan. Kuliah yang dibawakan adalah manajemen stratejik, yaitu analisis eksternal dan internal, sesuatu yang juga sudah sering saya bawakan di kelas MM PPM maupun di MTI-UI di Jakarta.
Read the rest of this entry »
Apakah salah satu kebahagiaan sebagai dosen? yaitu jika melihat mahasiswa berhasil menyelesaikan studi dan wisuda. Barusan dilakukan wisuda di kampus Universitas Indonesia, dan khususnya pada program Magister Teknologi Informasi (MTI), ada 12 mahasiswa (yang tesis / karya akhirnya) bimbingan saya yang diwisuda tadi …
Selamat untuk Reza Aldiansyah (lulus cumlaude), Pangarso Dadung Nugroho, Ignatius Djati Suseno, Rakhmat Robbi, Yoseph Hendrik Maturbongs, Andi Susilo, Ronni Bintoro, Bambang Warsuta, Nuri Aniti, Muhammad Achmad, Puji Catur Siswipraptini, dan Fajar.
(Repost dari website Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis IPB (MB-IPB)).
(Selasa, 13 Oktober 2009), CEO Forum menghadirkan Riri Satria (Konsultan dan Fasilitator Pelatihan Manajemen), dengan topik “Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi”.
Pada awal presentasinya, beliau menjelaskan pengertian seorang manajer dengan mengacu pada pendapat Mintzberg dalam bukunya “Managers Not MBAs” yang cukup menghebohkan kalangan pengelola business school di dunia. Dalam buku Mintzberg menyebutkan umumnya sekolah hanya sebatas membentuk pengetahuan dan keterampilan, tetapi jarang yang sampai membentuk perilaku.
Padahal, perilaku memegang peranan penting sebagai penentu superior performance dalam bekerja, apalagi sebagai manajer. Sementara pengetahuan dan keterampilan lebih hanya bersifat minimum requirements untuk berprofesi di bidang tertentu.
Read the rest of this entry »



