Archive for the ‘Sosial masyarakat’ Category

(Diskusi menarik tentang tulisan ini bisa dibaca di ngerumpi.com)
Ini adalah ringkasan hasil “kencan” saya sama si Mbok Venus alias Driana, pawangnya ngerumpi.com, sambil santai di Cuppa Coffee sore-sore di Cibubur hari minggu yang lalu.
Well, saya sedang melakukan riset untuk disertasi saya mengenai social networking / social capital dan internet (khususnya web 2.0). Nah, salah satu case study-nya adalah ngerumpi.com ini, di samping beberapa komunitas lainnya yang terbentuk melalui internet. Risetnya dilakukan dengan metode kualitatif, dan si Mbok adalah responden pertama yang saya minta opininya untuk prelimenary interview (fase awal riset).
Saya sudah mengamati beberapa komunitas yang terbentuk melalui fasilitas di internet, dan ngerumpi.com adalah salah satu yang menurut saya termasuk perkembangannya pesat. Apa definisi berkembang pesat? Artinya, terbentuk suatu social networking yang dilanjutkan dengan berbagai collective action, mulai dari yang sederhana (sekedar ngumpul dan diskusi) sampai dengan yang kompleks (melakukan aksi nyata).
Ngerumpi memang masih termasuk ke dalam kategori social networking fase awal (tetapi sudah terwujud). Sementara itu yang termasuk kategori fase lanjut adalah BFL (Blood for Life) yang bahkan sampai membuat Silly (selaku penggagas dan aktivisnya) diundang oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) untuk presentasi tentang BFL dalam sebuah seminar. Lalu ada juga gerakan yang mendukung Prita, ini juga sangat dahsyat. Banyak lagi contoh-contoh yang lain. Read the rest of this entry »
(Tulisan ini juga saya posting di publikana.com)

Tadi siang, tim kami mendapat musibah. Saat beristirahat di rest area km 19 jalan tol Jakarta - Cikampek dalam perjalanan menuju Karawang (sebuah klien), mobil salah seorang anggota tim, Henry Christanto dibobol maling, dan 1 tas berisikan komputer laptop beserta pernah-perniknya, serta 1 tas berisikan pakaian, hilang dibawa si pelaku maling.
Saat itu, menjelang makan makan siang, saya memberikan briefing singkat kepada tim, yaitu Sofian Lusa, Henry Christanto, dan Rakhmat Robbi, sambil santai ngopi di Starbucks Coffee, di kawasan rest area tersebut. Kami semua membawa laptop, dan dibuka sewaktu briefing di Starbucks. Setelah briefing selesai, kami bermaksud makan siang, dan menuju ke Resto Sop Ikan Batam di kawasan rest area tersebut. Rupanya sebelum menuju restoran, Henry menaruh tas berisi laptop tadi ke dalam mobilnya, dan menyusul kami menuju ke Resto Sop Ikan Batam. Saat itu, gerimis sudah mulai turun.
Read the rest of this entry »
Banyak pihak yang skeptis melihat para peneliti atau ilmuwan, dan “menuduh” mereka hanyalah pihak yang hanya “omong doang” atau “hanya berwacana atau berteori” tanpa ada suatu “aksi konkrit”.
Untuk memotret hal ini, saya sering mengibaratkan dengan dunia penerbangan. Dalam dunia penerbangan ada 3 (tiga) proses dalam value chain-nya dan 3 (tiga) profesi utama dalam setiap proses.
Pertama, yang paling awal adalah kegiatan analisis, dan profesi di sini adalah ahli fisika dengan teori aerodinamika, teori gerak, dan sebagainya. Tanpa adanya ahli fisika yang merumuskan teori-teori tersebut, maka manusia tidak akan pernah mampu menciptakan pesawat terbang. Pesawat terbang dibangun berdasarkan berbagai teori fisika, seperti teori aerodinamika.
Lalu proses kedua design atau rancang bangun, dan profesi di sini adalah para engineer yang membuat pesawat. Berdasarkan teori-teori yang diformulasikan melalui berbagai riset para ahli fisika, maka para engineer mendesain dan membangun pesawat terbang.
Read the rest of this entry »


