Nov 28

Tadi sore, The 2nd Annual Top Executive Forum on Governance sudah ditutup. Banyak pemikiran-pemikiran menarik yang muncul dalam forum ini, bahkan menurut saya, ada beberapa yang radikal. Saya mencatat setidaknya ada 2 pembicara yang radikal dalam pengertian mengajak kita untuk berpikir dengan paradigma yang lain, suatu cara pandang yang lain, untuk mencapai kemaslahatan bersama, yaitu Tun Dr. Mahathir Mohamad (mantan PM Malaysia), dan Dr. Fadel Muhammad (Gubernur Provinsi Gorontalo). Jika Tun Dr. Mahathir berbicara dalam skala regional Asia, maka Dr Fadel berbicara dalam skala daerah atau provinsi di Indonesia.
(Lihat tulisan posting tentang pemikiran Tun Dr. Mahathir di sini, lalu masalah governance di daerah di sini, serta penegakan hukum di ini).
Inilah beberapa catatan yang buat / rangkum selama acara berlangsung : Baca selengkapnya … »
Nov 28

Seperti kata pemandu acara, Pak Faisal basri katakan, jika semua aspek pemberdayaan, aspek budaya, semua regulasi sudah dibuat dan dijalankan, maka sebagai kata pamungkas terakhir untuk menjamin semua itu berjalan adalah penegakan hukum (law enforcement). Untuk itu diperlukan institusi yang berwenang dan formal untuk mengevaluasi penerapan governance ini, dan sekaligus melakukan penegakan hukum. Di Indonesia, ada sejumlah lembaga yang menjalankan fungsi ini, diantaranya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sesi ini menampilkan Prof. Anwar Nasution (Ketua BPK), Dr. Yunus Husein (Ketua PPATK), serta Pak Erry Riyana Hardjapamekas (Komisaris Utama BNI dan juga mantan Wakil Ketua KPK di masa lalu).
Baca selengkapnya … »
Nov 28

Pada hari kedua ini, sesi pagi dimulai dengan membahas isu mengenai masalah governance di daerah. Pembicara yang memaparkan pemikiran mereka adalah Pak Fadel Muhammad (Gubernur Provinsi Gorontalo) dan Prof. Bambang Brodjonegoro (Dekan Fak. Ekonomi UI). Sesi ini dipandu oleh Pak Faisal Basri, seorang pengamat ekonomi kondang dari Univ. Indonesia.
Pak Fadel adalah gubernur yang unik di Indonesia. Beliau adalah gubernur yang sarat dengan penghargaan, mantan pelaku bisnis, dan berani membuat sejumlah terobosan untuk membangun Gorontalo. Menurut beliau, ada 5 masalah yang dihadapi saat ini oleh daerah (saya kutip langsung dari bahan presentasi beliau) :
Problem of implementing democarcy, how to balance pratice of democracy in public, civil, economy, social, an culture to guarantee justice and prosperity for all citizen.
Baca selengkapnya … »
Nov 27

Tadi pagi, The 2nd Annual Top Executive Forum on Governance yang membahas aspek budaya dalam governance dimulai. Acara ini berlangsung selama 2 hari, hari ini dan besok, bertempat di Hotel Ritz Carlton di Jimbaran - Bali. Tadi malam sudah dilakukan gala dinner diselingi pertunjukan budaya Tari Kecak untuk menyambut para peserta konferensi.

Pak Erry dan Tun Dr. Mahathir.
Setelah acara sambutan-sambutan seperti biasa, maka tampil sebagai pembicara utama adalah mantan PM Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad. Ini pertama kalinya saya melihat beliau langsung berbicara menyampaikan pikirannya. Kesan pertama saya, luar biasa ! Baca selengkapnya … »