Archive for the ‘Ekonomi’ Category
Secara teoritik, ilmu ekonomi lahir dari kelangkaan (scarcity) dari barang atau pun jasa. Artinya, jika suatu barang atau jasa mengalami suatu kelangkaan, maka dia memiliki nilai ekonomi. Semakin tinggi tingkat kelangkaan, dan semakin tinggi tingkat permintaannya, maka nilai ekonomi alias harganya pun semakin tinggi.
Demikian pula pada acara Pesta Blogger 2009 tadi siang. Pada lokasi acara tidak ada kantin, tidak ada yang jual makanan dan minuman, dan jika anda haus, maka harus mencari minuman ke luar lokasi acara. Saya sendiri sempat jalan kaki ke luar lokasi acara sekedar menjadi air mineral karena kehausan.
Tetapi hukum ekonomi memang berlaku di mana-mana … Tak lama kemudian, saya lihat orang dengan kostum panitia menjual air mineral dengan harga 67% lebih tinggi dari pada harga pasar yang normal. Jika anda membelinya di luar lokasi acara, harganya Rp. 3.000,-. Tetapi jika membeli pada di penjual di lokasi acara, harganya Rp. 5.000,- … Si penjual ini tentu menikmati manfaat ekonomi (economic benefit) dengan hak ekslusif berjualan di lokasi acara, dan nilai manfaat ekonomi itu adalah 67% dari harga pasar ..
Jadi, hukum ekonomi itu memang berlaku di mana-mana kayaknya … hehehehe …
Adakah kaitan antara hukum ekonomi dan bencana alam? Jelas ada! Lha, ilmu ekonomi itu sendiri lahir karena adanya kelangkaan (scarcity) dari berbagai sumber daya yang dibutuhkan manusia, baik barang maupun jasa. Nilai ekonomi (economic value) dari sesuatu hal lahir karena kelangkaan (scarcity). Jika suatu barang atau jasa bisa diperoleh dengan bebas, maka dia tidak memiliki nilai ekonomi. Setidaknya secara teori demikian penjelasannya. Nah, seiring dengan dasar teori ekonomi, bencana alam kan menciptakan kelangkaan …
Tetapi di sisi lain, ekonomi juga fungsi dari perilaku manusia (human behavior). Setidaknya begitu kata Daniel Kahneman, seorang psikolog yang mendapatkan hadiah nobel ekonomi. Kita tidak bisa memisahkan perilaku manusia dalam menjelaskan hukum ekonomi. Benar, dasar nilai ekonomi itu lahir dari kelangkaan, tetapi perilaku manusia lah yang menentukan tindakan ekonomi (action).
Coba lihat saat terjadi bencana di Indonesia ini, seperti gempa beberapa waktu yang lalu di Sumatera Barat. Cukup hanya sehari setelah gempa, maka harga tiket pesawat terbang ke Padang langsung naik secara tajam. Hal ini membuat pemerintah perlu mengeluarkan peraturan mengenai harga tiket pesawat terbang ke Padang maksimal Rp. 1 juta selama 2 bulan ke depan. Hal ini diperparah dengan perilaku masyarakat setempat yang juga menaikkan berbagai harga barang sampai tidak masuk akal. Read the rest of this entry »
(Diskusi mengenai tulisan ini dapat dibaca di politikana.com)
Suatu kali, saya lagi jalan-jalan di sebuah toko buku, pandangan saya tertuju kepada sebuah buku yang sangat eye catching, berwarna agak menyolok (merah), tapi yang menarik adalah gambar sampulnya, seorang bawa koper, kesannya seperti eksekutif perusahaan atau bisnis, lalu ada lingkaran di atas kepalanya (seperti simbol malaikat) sekaligus juga punya ekor yang ujungnya tajam (seperti simbol setan).
Penasaran kan ? Judul bukunya : “THE CORPORATION”, ditulis oleh Joel Bakan, seorang profesor bidang hukum dari University of British Columbia.
Kembali ke gambar sampul buku ini. Ini kan sebuah simbol, atau sebuah penggambaran, apakah itu perusahaan ? siapakah itu pengusaha ? apakah malaikat atau setan ? atau kombinasi keduanya ?
Logikanya begini. Banyak buku yang mengulas mengenai keberhasilan sebuah perusahaan (termasuk pengusahanya) menuliskan sisi baik dari perusahaan itu. Misalnya melakukan tanggung jawab sosial, memperhatikan karyawan, dan sebagainya. Termasuk si pengusahanya, selalu diulas yang baik-baik saja. Apakah benar begitu ? Apakah benar perusahaan (serta pengusaha) yang sukses itu seperti malaikat ? atau sebenarnya sosok setan ? Read the rest of this entry »


