THE CORPORATION : PERUSAHAAN (DAN PENGUSAHA) ITU MALAIKAT ATAU SETAN ?

Tidak ada komentar »

Suatu kali, saya lagi jalan-jalan di sebuah toko buku, pandangan saya tertuju kepada sebuah buku yang sangat eye catching, berwarna agak menyolok (merah), tapi yang menarik adalah gambar sampulnya, seorang bawa koper, kesannya seperti eksekutif perusahaan atau bisnis, lalu ada lingkaran di atas kepalanya (seperti simbol malaikat) sekaligus juga punya ekor yang ujungnya tajam (seperti simbol setan). Penasaran kan ? Judul bukunya : “THE CORPORATION”, ditulis oleh Joel Bakan, seorang profesor bidang hukum dari University of British Columbia.

Kembali ke gambar sampul buku ini. Ini kan sebuah simbol, atau sebuah penggambaran, apakah itu perusahaan ? siapakah itu pengusaha ? apakah malaikat atau setan ? atau kombinasi keduanya ?

Logikanya begini. Banyak buku yang mengulas mengenai keberhasilan sebuah perusahaan (termasuk pengusahanya) menuliskan sisi baik dari perusahaan itu. Misalnya melakukan tanggung jawab sosial, memperhatikan karyawan, dan sebagainya. Termasuk si pengusahanya, selalu diulas yang baik-baik saja. Apakah benar begitu ? Apakah benar perusahaan (serta pengusaha) yang sukses itu seperti malaikat ?

Ada beberapa kutipan menarik dari buku ini :

[Corporations] deliberately programmed, indeed legally compelled, to externalize costs without regard for the harm it may cause to people, communities, and the natural environment. Every cost it can unload onto someone else is a benefit to itself, a direct route to profit. (halaman : 72-73).

Baca selengkapnya … »

BEBERAPA CATATAN TENTANG GOOD GOVERNANCE

2 komentar »

Tadi sore, The 2nd Annual Top Executive Forum on Governance sudah ditutup. Banyak pemikiran-pemikiran menarik yang muncul dalam forum ini, bahkan menurut saya, ada beberapa yang radikal. Saya mencatat setidaknya ada 2 pembicara yang radikal dalam pengertian mengajak kita untuk berpikir dengan paradigma yang lain, suatu cara pandang yang lain, untuk mencapai kemaslahatan bersama, yaitu Tun Dr. Mahathir Mohamad (mantan PM Malaysia), dan Dr. Fadel Muhammad (Gubernur Provinsi Gorontalo). Jika Tun Dr. Mahathir berbicara dalam skala regional Asia, maka Dr Fadel berbicara dalam skala daerah atau provinsi di Indonesia.

(Lihat tulisan posting tentang pemikiran Tun Dr. Mahathir di sini, lalu masalah governance di daerah di sini, serta penegakan hukum di ini).

Inilah beberapa catatan yang buat / rangkum selama acara berlangsung : Baca selengkapnya … »

PENEGAKAN HUKUM DALAM RANGKA GOOD GOVERNANCE

Tidak ada komentar »

Seperti kata pemandu acara, Pak Faisal basri katakan, jika semua aspek pemberdayaan, aspek budaya, semua regulasi sudah dibuat dan dijalankan, maka sebagai kata pamungkas terakhir untuk menjamin semua itu berjalan adalah penegakan hukum (law enforcement). Untuk itu diperlukan institusi yang berwenang dan formal untuk mengevaluasi penerapan governance ini, dan sekaligus melakukan penegakan hukum. Di Indonesia, ada sejumlah lembaga yang menjalankan fungsi ini, diantaranya adalah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sesi ini menampilkan Prof. Anwar Nasution (Ketua BPK), Dr. Yunus Husein (Ketua PPATK), serta Pak Erry Riyana Hardjapamekas (Komisaris Utama BNI dan juga mantan Wakil Ketua KPK di masa lalu).
Baca selengkapnya … »

MASALAH GOVERNANCE DI DAERAH

2 komentar »

Pada hari kedua ini, sesi pagi dimulai dengan membahas isu mengenai masalah governance di daerah. Pembicara yang memaparkan pemikiran mereka adalah Pak Fadel Muhammad (Gubernur Provinsi Gorontalo) dan Prof. Bambang Brodjonegoro (Dekan Fak. Ekonomi UI). Sesi ini dipandu oleh Pak Faisal Basri, seorang pengamat ekonomi kondang dari Univ. Indonesia.

Pak Fadel adalah gubernur yang unik di Indonesia. Beliau adalah gubernur yang sarat dengan penghargaan, mantan pelaku bisnis, dan berani membuat sejumlah terobosan untuk membangun Gorontalo. Menurut beliau, ada 5 masalah yang dihadapi saat ini oleh daerah (saya kutip langsung dari bahan presentasi beliau) :

Problem of implementing democarcy, how to balance pratice of democracy in public, civil, economy, social, an culture to guarantee justice and prosperity for all citizen.

Baca selengkapnya … »

Tulisan sebelumnya »