Masih dalam suasana peringatan kemerdekaan negara tercinta ini, sejenak rasanya perlu melakukan kontemplasi mengenai kebangsaan. Setidaknya saya mencoba melihat ke rak buku di rumah, dan diantara ratusan buku di dalam sebuah ruangan yang menjadi ruangan kerja sekaligus perpustakaan pribadi saya di rumah, terdapat beberapa buku karya Bapak Bangsa.

Di sana ada buku kumpulan Bung Karno semasa penjajahan Belanda, “Di Bawah Bendera Revolusi”, serta buku kumpulan pidato Bung Karno semasa menjadi Presiden Republik Indonesia yang pertama. Ada juga sekumpulan buku karya Bung Hatta, saya punya 8 buku kumpulan tulisan Bung Hatta. Kumpulan tulisan Bung Hatta itu, baik yang ditulis semasa penjajahan Belanda, maupun setelah beliau menjadi Wakil Presiden pertama. Kemudian buku tulisan Tan Malaka, ada 2, yaitu “Madilog” dan “Dari Penjara ke Penjara”.

Bung Karno, di mata saya adalah Bapak Bangsa yang kharismatik. Jika kita membaca tulisan Bung karno (apalagi mendengar pidatonya), maka kita akan digiring kepada sebuah suasana emosional yang kuat, betapa penjajahan atau kolonialisme itu harus dibasmi dari muka bumi, dan semua bangsa harus merdeka, termasuk Indonesia. Pada usia 28 tahun (tahun 1929), Bung Karno memunculkan pledoi “Indonesia Menggugat” sebagai tanggapan atas penahanan dirinya oleh penjajah Belanda akibat kegiatannya yang mengarah kepada opini publik, Indonesia merdeka ! Dalam buku “Di Bawah bendera Revolusi” ada tulisan Bung Karno yang berjudul “Demokrasi Politik dan Demokras Ekonomi”. Di sini saya menilai memang terdapat titik temu pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta. Read More…

Posted in Indonesia-ku, Politik at August 18th, 2008. 1 Comment.

Orang tidak akan berunding dengan maling di rumahnya … Negara yang hidup meminjam, pasti menjadi hamba peminjam … Mengajari anak-anak Indonesia saya anggap pekerjaan tersuci dan terpenting. (Tan Malaka).

Merdeka !

Posted in Indonesia-ku, Politik at August 17th, 2008. 3 Comments.

Beberapa liputan media mengenai Indonesia ICT Expo 2008 di Batam pertengahan bulan Agustus yang lalu … Menurut saya, inisiatif stratejik PT. Telkom, yaitu Sumatera Pulau Digital, Indonesian Digital Community, dan sebagainya, perlu didukung dan malahan dijadikan agenda nasional.

Untuk negara berkembang, memang pengembangan infrastruktur, terutama telekomunikasi yang menjadi tulang punggung internet, apalagi untuk tujuan non-komersial atau kemasyarakatan, harus dilakukan oleh penyedia yang menjadi kaki tangan pemerintah. Hal ini sangat capital intensive, sementara itu return-nya masih belum kelihatan dalam waktu dekat. Di sini ada unsur corporate social resposibility-nya. Sudah pasti pihak swasta tidak begitu tertarik untuk hal ini. Jadi, saya menilai, apa yang dilakukan PT. Telkom dengan inisiatif stratejik tersebut sudah tepat, karena Telkom lah pihak yang paling punya kemampuan untuk itu …

Sumatera Pulau Digital :

… Executive General Manager Telkom Divre I Sumatera, Muhammad Awaluddin menyebutkan, segala upaya mendorong masyarakat agar terbiasa menggunakan sarana ICT memang harus terus dilakukan semua pihak. Selain menyediakan infrastruktur akses internet yang handal seluas-luasnya serta melakukan edukasi terhadap masyarakat maka yang tak kalah pentingnya adalah digelarnya berbagai event dalam bentuk pameran yang mengarah kepada pengenalan dunia ICT seperti sekarang ini. Menurut dia, berbagai aktifitas untuk mengurangi kesenjangan digital yang masih dirasakan sebagian besar masyarakat Sumatra sebenarnya sudah dilakukan oleh Telkom Divre I Sumatera. Seiring dengan obsesi menjadikan “Sumatera Pulau Digital” yang dicanangkan pada tahun 2007 dan selanjutnya diperkuat tekadnya untuk menjadikan “2008 Sebagai Tahun Kebangkitan ICT di Sumatera” … (Suara Karya) Read More…

Sore ini, setelah selesai kegiatan di camp Zambrud BOB Bumi Siak Pusako - Pertamina, saya dan tim berkesempatan jalan-jalan ke Kota Siak. Perjalanan ke Kota Siak dari camp Zambrud ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Jalan ke sana sebenarnya sudah diaspal hotmix, tetapi banyak di sana-sini jalan yang rusak. Konon katanya tanah di sini banyak yang tadinya rawa, kemudian ditimbun dan dijadikan jalan. Tetapi yang lewat truk-truk besar, akibatnya ya itu, jalannya cepat rusak, bahkan di beberapa tempat sangat parah.

Suasana yang sangat kontras terjadi begitu memasuki Kota Siak. Kita bertemu dengan Jembatan Sungai Siak yang megah. Nah, adik saya dulu terlibat dalam pembangunan jembatan ini dulu, kalau nggak salah sebagai konsultan. Dia pernah tinggal di Siak cukup lama. Lihat foto saat jembatan ini dibangun pada tahun 2004 di website dia di sini.

Kota Siak di senja hari memang indah, terutama kalau kita berada di pinggir Sungai Siak sambil melihat langit yang merah dengan latar belakang Jembatan Sungai Siak di senja hari. Read More…

Posted in Fotografi saya, riau at August 15th, 2008. 2 Comments.

Entah karena sudah lama tidak melihat hujan badai (karena di Jakarta lagi musim kemarau), atau mungkin karena baru pertama kali melihat hujan badai di tengah hutan, saya kok merasa takjub melihat hujan badai barusan di camp Zambrud BOB Bumi Siak Pusako - Pertamina di Siak. Hujan badainya luar biasa. Belakangan saya tahu bahwa hujan badai seperti ini akhir-akhir ini sering terjadi di sini, bahkan di kota Siak ada bangunan yang rusak akibat angin puting-beliung. Menurut beberapa orang lapangan di sini, jika hujan badai seperti ini, maka jalan menuju lapangan sumur minyak susah untuk ditempuh, karena umumnya masih jalan tanah, dan butuh perjuangan mencapai sumur minyak … oh well

Posted in Aktivitas lain-lain, Fotografi saya, riau at August 15th, 2008. 2 Comments.

Seumur-umur saya belum pernah melihat langsung, apalagi merasakan, menyeberangi sungai menggunakan ferry. Apalagi di zaman digital modern ini, saya berpikir pasti semua sungai yang ada jalur transportasi jalan raya sudah memiliki jembatan. Nah, di Jakarta aja banyak jembatan kok, walaupun tidak ada sungai di bawahnya .. :)

Ternyata penyebarangan sungai menggunakan ferry itu masih ada. Saya merasakan tadi siang sewaktu menuju Siak dari Pekanbaru, Riau. Perjalanan dari Pekanbaru menuju Siak ditempuh sekitar 3 jam. Jika melewati Perawang, maka kita harus menyeberangi sungai Siak dengan menggunakan ferry. Fasilitas penyeberangan ferry ini miliki Badan Operasi Bersama (BOB) PT. Bumi Siak Pusako - Pertamina, yang sekarang mengelola sumur minyak bekas Caltex (sekarang Chevron) di Siak. Tetapi masyarakat umum juga bisa menggunakan fasilitas ini, hanya saja prioritas diberikan kepada pihak BOB dan Pemda Siak. Karena saya datang untuk keperluan di BOB, maka tidak perlu ngantri untuk naik ferry menyeberangi sungai. Read More…

Posted in riau at August 14th, 2008. No Comments.

Apa beda dan hubungan antara data, observation, indicator, dan behavior ? Nah, saya suka dengan penjelasan gambar di atas. Gambar dan penjelasannya dapat dilihat lebih lanjut di sini. Sepintas ini mirip dengan alur exploratory research. Tetapi tidak murni exploratory, di mana ada unsur teori yang masuk, yaitu pada saat menentukan indikator yang membawa kita menyimpulkan suatu behavior atau perilaku tertentu.

Posted in Behavior science, Metodologi riset, System thinking at August 13th, 2008. 2 Comments.

( Tulisan ini saya buat tahun 2007 sebagai apreasiasi terhadap Chrisye (alm) atas prinsip profesionalisme yang ditunjukkan dalam profesinya, dan prinsip itu di-share kepada kita semua melalui sebuah buku )

Salah satu kesukaan saya adalah membaca buku biografi atau autobiografi orang-orang yang terkenal. Menurut saya, selalu ada saja pelajaran atau lessons learned yang bisa dipetik dari pengalaman hidup mereka, setidaknya dari apa yang dituliskan di buku itu.

Nah, salah satu buku yang biografi yang menarik adalah “Chrisye : Sebuah Memoar Musikal” yang ditulis oleh Alberthiene Endah. Mengapa menarik ? Karena buku ini tidak hanya berkisah mengenai sang legenda musik Indonesia, Chrisye, melainkan juga berisikan berbagai hikmah atau lessons learned yang diungkapkan oleh (alm) Chrisye berkaitan dengan perjalanan hidupnya sebagai penyanyi atau musisi. Hampir semua himah atau lessons learned yang disampaikan (alm) Chrisye relevan dengan berbagai teori atau konsep manajemen yang lazim dipergunakan dalam bisnis.

Petikan dari buku tersebut, “Berpuluh tahun saya menjalani profesi penyanyi, saya akhirnya menyadari bahwa pencapaian terbesar saya adalah bahwa saya bisa terus berjalan dalam proses. Saya bisa setia pada musik. Saya bisa banyak menggenggam nilai kehidupan berkat musik. Dan saya sangat bahagia jika bisa membagikan pengalaman buat siapapun yang ingin bertahan dalam profesi yang dicintai ! ..(halaman 325) “.

Saya merangkum dari buku tersebut, setidaknya ada 6 pelajaran yang menarik, berkaitan dengan kesuksesan berkarir, yang juga lazim dibahas dalam dunia manajemen.

LESSON 1 : JADILAH DIRI SENDIRI
LESSON 2 : KREATIVITAS, DIUNDANG, TAPI JANGAN DIPAKSA !
LESSON 3 : MEMILIH PARTNER, JANGAN ASAL COMOT !
LESSON 4 : JANGAN RESAH DENGAN PERSAINGAN (KOMPETISI)
LESSON 5 : CIPTAKAN SESUATU YANG BARU (VALUE INNOVATION)
LESSON 6 : JANGAN LUPAKAN SPIRITUALITAS

Read More…

Posted in Buku, Manajemen stratejik, Pengembangan diri at August 12th, 2008. 4 Comments.