Tidak sengaja, dua hari yang lalu jalan-jalan ke toko buku, saya menemukan sebuah buku menarik, yang berjudul “Models of Teaching“, disusun oleh Bruce R. Joyce, Marsha Weil, dan Emily Calhoen. Buku ini sangat menarik perhatian saya, karena menguraikan filosofi, teori, metodologi, serta teknik mengajar. Walaupun buku ini ditujukan kepada para pengajar di tingkat sekolah dasar dan menengah, tetapi setelah saya baca isinya, rasanya para dosen di perguruan tinggi pun sebaiknya membaca buku ini.

Topik yang menarik, terutama di chapter 4 dan chapter 19, yang membahas mengenai gaya mengajar atau teaching styles. Secara tidak sadar, ternyata saya memiliki suatu gaya mengajar tersendiri. Setelah saya baca, ternyata gaya mengajar itu juga sangat beragam. Ulasan pada chapter 4 dan chapter 9 ini sangat membuka mata saya bagaimana model dan teknik belajar yang pas untuk diterapkan untuk berbagai situasi yang berbeda.

Chapter 8, 12, serta 16 juga menarik, karena membahas bahwa mengajar itu adalah menumbuhkan sikap saling percaya dan membangun suatu pemahaman tahap demi tahap. Proses pembelajaran memang tidak akan berhasil jika tidak terdapat suatu sikap saling percaya antara peserta belajar dengan si pengajar. Peran utama terletak di tangan si pengajar, bagaimana sia mampu mendapatkan kepercayaan dari peserta belajar bahwa dia layak dipercayai untuk mengajar dan menjadi fasilitator untuk membangun suatu pemahaman tahap demi tahap tadi.

Ringkasan dari buku ini dapat dilihat di sini.

Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk teman-teman dosen, serta pihak-pihak lain yang tertarik kepada dunia belajar-mengajar … salam.

2 Responses to “MODELS OF TEACHING”

  • yustika utama:

    TQ petunjuknya..da Ri ntaar tak baca semoga da Ri tambah suxxes Amin.

  • Yari NK:

    Susahnya… guru2 zaman sekarang… terutama di negeri ini… masih banyak yang “jaim”. Kalau galak terus jaga jarak disangkanya akan menjadikan guru yang berwibawa, kalau pelajarannya makin sulit dan tidak dimengerti oleh sang siswa, justru si guru malah bangga karena menganggap dirinya jauh lebih pintar dari sang siswa, bahkan banyak juga guru2 yang justru merasa senang kalau murid2nya dapat angka merah semua.. sambil berkata dalam hati dengan rasa puas: “rasain tuh… pelajaran dari gue susah kan???”

    Waaakz…. mudah2an zaman sekarang guru2 yang seperti itu sudah berkurang karena seorang guru dinilai sukses hanya jika ia berhasil mentransfer ilmunya kepada murid2nya dengan sempurna bukan justru kalau muridnya banyak yang nggak lulus malah justru jadi bangga! Huehuehue…. Betul nggak bang Riri?? :mrgreen:

Leave a Reply