Sewaktu nama Chandra Hamzah terpilih sebagai salah satu jajaran pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) beberapa waktu yang lalu, sejenak pikiran saya melayang ke masa-masa kuliah di Universitas Indonesia pada kurun waktu 1990 - 1992. Saat itu saya aktif dalam kepengurusan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer UI (cikal bakal Senat Mahasiswa fak. Ilmu Komputer UI), serta anggota Kelompok Studi Mahasiswa UI “Eka Prasetya”. Saya masih ingat, saat itu adalah masa-masa awal Senat Mahasiswa Universitas Indonesia (SMUI) terbentuk, dan ketua SMUI pun dipilih oleh para Ketua Senat Fakultas (baru setelah beberapa tahun dipilih melalui pemilu raya di lingkungan UI).
Seingat saya, Chandra waktu itu adalah Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) UI, dan mahasiswa Fakultas Hukum UI. Saat itu Menwa adalah organisasi mahasiswa yang kurang disenangi oleh kalangan mahasiswa di lingkungan UI karena sifat mereka yang agak arogan dan “merasa lebih” karena punya akses ke kalangan militer. Tetapi saya menilai sosok Chandra agak berbeda. Chandra memang orangnya sangat tegas, cerdas dan punya nyali (terlihat dalam dia berdebat dan berargumen), tetapi sangat ramah (tidak “bermental militeristik”).
Oh ya, dia ini punya nama panggilan yang unik, yang berbeda dengan namanya, tapi apa ya? saya lupa juga tuh.
Chandra kemudian terpilih menjadi Ketua SMUI menggantikan Eep Saefullah Fatah. Saat itu kami menyebutkan, Chandra melepaskan diri dari jabatan “Menhankam / Pangab” menjadi “Presiden” di lingkungan UI. Saya beberapa kali terlibat diskusi cukup mendalam dengan Chandra waktu itu, dalam kapasitas saya sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Komputer UI, dan itulah kesan saya.
Interaksi saya dengan Chandra berikutnya terjadi di kelompok Studi Mahasiswa UI “Eka Prasetya” (KSM-UI EP). Saat itu Chandra tidak aktif di KSM-UI EP, tetapi pacarnya saat itu (yang kemudian jadi isterinya) Nadia Madjid (putri tokoh nasional, alm Nurcholis Madjid) adalah pengurus aktif KSM-UI EP, sehingga Chandra banyak juga ikut nongkrong bersama pentolan-pentolan KSM-UI EP. Saya memang lebih banyak aktif di KSM-UI EP daripada Senat Mahasiswa. Mungkin ini disebabkan saya kurang menyenangi “politik praktis” sehingga suasana di KSM-UI EP yang “lebih mencerminkan intelektualitas” lebih menarik minat saya.
Nah hebatnya, Chandra berada di kedua “dunia” tersebut, yaitu “dunia politik praktis” serta “dunia intelektualitas”. Ada satu tambahan lagi, dia punya nyali seperti “dunia militer”.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Chandra. Sosok yang saya kenal sejak kuliah dulu, yang sekarang menjadi “korban permainan politik tingkat tinggi” yang tidak mudah dipahami oleh orang awam.
Chan, mungkin kamu sudah lupa sama saya, karena memang interaksi kita tidak terlalu intensif sewaktu kuliah dulu, walaupun kita beberapa kali bertemu dalam berbagai kegiatan dan perdebatan.
Tetapi satu hal yang saya masih ingat Chan, sewaktu penerimaan mahasiswa baru UI tahun 1991. Saat itu kamu jadi Ketua SMUI dan saya adalah salah satu anggota panitia Ordik Mahasiswa di Kampus UI.
Di balairung UI tahun 1991, saya masih ingat kamu berteriak dalam pidatomu “Tidak ada kata jera dalam perjuangan !” … Mudah-mudahan semangat yang sama masih ada di dalam dirimu Chan … TIDAK ADA KATA JERA DALAM PERJUANGAN !



October 31st, 2009 11:38 am
Setuju Pak,
Saya juga MENDUGA Para Pemimpin KPK ini “BERSIH”, mereka adalah “KORBAN” sekarang.. Kalo dilihat dari sejarah dunia, keterlibatan para elit politik tingkat tinggi dalam tindakan “kriminal” sudah terbukti dan mampu DIBONGKAR oleh kekuatan yang jauh lebih kecil. MERDEKA..
October 31st, 2009 11:41 am
Tq bung atas posting laman ini, semoga Chandra & Bibit tabah menghadapi Abu Jahal & Abu Lahap versi Indonesia….
October 31st, 2009 11:50 am
Ass, uda, nama panggilannya Pance. Ada artikel sy soal Pance di www.indrapiliang.com: “Chandra M Hamzah: Tiada Kata Jera dlm Perjuangan!!!”
————————-
Thank you Ndra … wah, ternyata kita menulis topik yang sama … tetapi ulasan Indra jauh lebih lengkap …
November 2nd, 2009 7:53 am
Itulah namanya….hidup……model dari kehidupan…. ya….
harus….tetap berjuang seumur hidup…..ayo lanjutkan perjuanganmu kawan…!!!
November 3rd, 2009 12:22 am
Salut sama pak Riri!
November 3rd, 2009 9:54 am
Semoga kelak kebenaran akan terungkap, dan ditunjukkan siapa yang sebenarnya telah menyimpan kebusukan!!! Kepada dua orang pejuang, tetaplah berada di jalan kebenaran dan tiada lelah bibir ini melantunkan doaagar kebenaran segera ditunjukkan oleh Sang Khalik.
November 4th, 2009 5:32 am
kemarin saya sangat bangga pada negara saya ,ternyata diluar dugaan kebenaran muncul walaupun dikelilingi lautan kekuasaan dengan rekayasanya.Kejadian ini adalah titik tolak dari perjalanan berbangsa kita.Kita selama ini hampir pada setiap langkah perjalanan kita selalu mendapatkan tantangan dan penderitaan yg hebat .mulai sekarang ternyata bangsa ini mempunyai mekanisme untuk mempetahankan dirinya.Teruskan perjuangan !! kita layak menjadi bangsa yg besar!
November 4th, 2009 10:24 am
Semoga kedua sosok yang adil dan jujur ini (Chandra dan Bibit). Dapat dibebaskan dari vonis hukum yang buta….
November 4th, 2009 11:13 pm
kalo dasar hidup kita kejujuran, sekali taat, sampe mati, ingat demi kebenaran kekayaan nadi muhammad terahkir hanya 3 butir batu akik, kekayaan adalah milik Tuhan, termasuk kejujuran kita