
Mengapa harus ada “ujian”, Papa?
Kamu bertanya begitu polos dan lugu.
Ya, kamu mulai mengenali makna sebuah kata.
“Ujian”, sebuah pengalaman hidup baru buatmu.
Serangkaian “ujian” sudah dan akan kamu lalui.
Kemarin tae kwan do, tadi siang drum.
Besok kamu akan ujian di sekolah.
Ya, kamu mulai mengenali makna sebuah kata.
“Ujian”, sebuah pengalaman hidup baru buatmu.
Ketahuilah, hidup itu ujian, anakku.
Kelak, kamu akan tumbuh sebagai pribadi tangguh
Melejit sebagai busur panah, menuju arahmu sendiri
Melewati tantangan hidup yang tidak mudah
Masih banyak ujian menantimu, anakku
Ujian yang sebenarnya, ujian kehidupan.
Selamat menempuh ujian, anakku
Siapkan dirimu, kuatkan semangatmu.
Kelak, kamu akan tumbuh sebagai pribadi tangguh
Do’a papa dan mama menyertai setiap langkahmu.



June 8th, 2009 12:57 am
Tulisan yang indah. Anak memang harus tahu kenyataan hidup.
June 8th, 2009 3:45 pm
Tulisan yang indah pak, saya sedikit terharu bacanya,sudah sepatutnya memang anak menyayangi orang tuanya, karena merekalah yg menghantarkan kita menjadi seperti sekarang, saya makin ingin menyayangi orang tua saya.trimakasih pak.
July 9th, 2009 11:39 am
kata-katanya sederhana, tapi bagus dan dalem bgt..jd terharu. thx pak
August 1st, 2009 12:40 pm
ada satu ujian yang belum kita lewati, yaitu ujian keimanan dari sang pencipta kita.
karena allah mengatakan; janganlah kamu katakan diri kamu beriman sebelum allah benar-benar akan mengujimu.
wassalam.
———————————
dan ujian seperti itu akan datang dalam berbagai bentuk, ya kan Pak ? … jangan2 kita sedang diuji sekarang ini … wassalam.