Anda sudah pernah nonton film Executive Decision? Sebuh film lama yang diproduksi tahun 1996, dibintangi oleh Steven Seagal, Kurt Russel, dan Halle Barry? Apa yang menarik dari film ini selain peran minor dari Steven Seagal? (jujur saja, baru ini film di mana tokoh yang diperankan oleh Steven Seagal gagal dan tewas di awal-awal film).

Jika dipotret dari dunia manajemen, maka film ini menggambarkan bagaimana ada 2 (dua) jenis keputusan yang harus dibuat untuk mencapai sasaran dengan sukses. Pertama, strategic decision (atau executive decision) yang harus dibuat oleh para petinggi militer di Pentagon, dan kedua operational decision yang harus dibuat oleh pasukan pembebas pembajakan pesawat.

Alkisah, sebuah pesawat B-747 dibajak dalam perjalanan menuju AS, dan pembajak menaruh bom di dalam pesawat. Mereka mengancam akan meledekkan bom tsb di atas wilayah AS sehingga akan menimbulkan korban, tidak hanya yang di dalam pesawat, tetapi juga di kota yang mereka pilih di tanah AS. Pentagon mengirimkan pasukan pembebasan pesawat, tetapi tidak sepenuhnya berhasil masuk ke pesawat .. bahkan komandannya tewas (diperankan Steven Seagal). Hanya sebagian pasukan yang berhasil masuk ke pesawat, dibantu seorang ilmuwan (diperankan Kurt Russel, yang justru kayaknya pemeran utama film ini).

Di sinilah mulai cerita yang menegangkan. Pentagon mengira misi pasukan itu gagal. Sehingga mereka harus membuat keputusan stratejik yang sulit, menembak pesawat tersebut sebelum mencapai tanah AS dengan korban sekitar 400 warga negara AS di dalam pesawat. Kalau tidak korban yang lebih besar akan terjadi.

Sementara pasukan yang tersisa berupaya untuk menguasai pesawat dan menjinakkan bom. Mereka juga harus berhadap dengan persoalan-persoalan teknis-operasional, sehingga juga harus membuat keputusan operasional, kapan menunggu, kapan menyerbu, dan sebagainya.

Nah, antara strategic decision (executive decision) dan operational decision harus selaras (aligned). Antara pihak Pentagon dan pihak komado di lapangan harus saling berbagi informasi, supaya mereka bisa membuat keputusan yang aligned. Ada kondisi mereka tidak bisa saling berkomunikasi, dan nyaris pesawat F-14 US Navy menembak jatuh pesawat tersebut atas perintah Pentagon.

Apa lesson learned dari film ini ?

1. Executive decision (strategic decision) dan operational decision harus selaras. Jika tidak selaras, maka sasaran bersama tidak akan tercapai. Dalam teori organisasi, masalah alignment antar hirarki keputusan ini sudah menjadi topik riset sejak lama. Walaupun mudah dipelajaris ecara teori, tetapi ini sangat sulit dijalankan, apalagi kalau yang sifatnya critical decision.

2. Supaya selaras, harus ada komunikasi antara kedua pihak, antara pihak eksekutif dan operasional, dan kalau sudah berbicara mengenai komunikasi, di zaman ini kita pasti berbicara mengenai teknologi informasi (TI). Tukar-menukar informasi wajib dilakukan sebelum sebuah keputusan dibuat, kalau tidak, hasilnya tentu tidak sesuai dengan yang diharapkan.

3. Pada level executive decision, sering situasi atau pilihan keputusan tidak menyenangkan, tetapi keputusan harus dibuat, pick the best among the worst, dan untuk itu dibutuhkan karakter yang tanggung dan decisive dari seorang eksekutif. Karakter cari aman memang gak pantas jadi eksekutif. Tidak membuat keputusan, lebih berbahaya dari pada membuat keputusan yang berisiko tinggi.

4. Analisis risiko dalam setiap pembuatan keputusan wajib dilakukan. Dengan demikian, jika terpaksa, kita memilih untuk memutuskan sesuatu dengan risiko yang terkecil.

Well, itu catatan ringkas dari nonton film ini … sebenarnya dulu sudah nonton, tetapi tadi malam ada lagi di Trans TV, nonton lagi … makanya kepikiran bikin notes ini …

2 Responses to “EXECUTIVE AND OPERATIONAL DECISION”

  • MEMBUAT KEPUTUSAN DENGAN INFORMASI TERBATAS : www.RiriSatria.Net:

    […] membuat catatan ringan tentang strategic decision dan operational decision berupa lessons learned dari film Executive Decision, maka kali ini saya membuat hal sejenis untuk […]

  • deddy:

    Saat kondisi perusahaan sedang ‘turun’, terkadang BoD harus membuat keputusan tidak populer, seperti tidak menaikkan gaji karyawan, bahkan mungkin menurunkan benefit yang diterima karyawan. Hal ini tentu akan menurunkan semangat karyawan, sehingga niat manajemen untuk ‘menaikkan’ kembali kondisi perusahaan bisa terancam. Bagaimana melakukan analisis risiko untuk hal ini? (Nyambung gak sih pertanyaan ini sama artielnya :p)
    Mokasi da..

Leave a Reply


May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
My Twitter Update
FIND ME ON :