Komentar saya di majalah SWA 09/XXV/ 30 April - 13 Mei 2009, halaman 76 - 80, tentang kisah Bambang Soeryanto membenai Indonesia Ferry (d/h ASDP). Lihat tulisan lengkapnya di sini. Terima kasih untuk Mbak Tutut Handayani dari SWA …

Bagi Riri Satria, kunci sukses perusahaan tidak terletak pada strategi yang hebat, melainkan eksekusi yang tepat. Artinya, strategi yang sederhana, tapi sangat serius dalam eksekusi dan pengendaliannya. “Inilah masalah umum yang terjadi di banyak perusahaan,” papar pengamat manajemen SDM dari PPC Indonesia Consulting itu.

Best practice dalam manajemen strategis juga demikian. Bahkan Kaplan dan Norton, perancang konsep Balanced Scorecard, dalam bukunya Execution Premium yang terbit tahun 2008 menegaskan bahwa yang terpenting adalah “eksekusi strategi”. Berbagai perusahaan kelas dunia yang sukses memberikan perhatian khusus pada eksekusi strategi ini.

“Saya melihat gaya Bambang Soerjanto sejalan dengan prinsip eksekusi strategi itu. Lihat saja, bagaimana dia menyamar menjadi sopir truk untuk melihat kondisi riil di lapangan. Ini menunjukkan bahwa beliau sudah punya paradigma, bahwa yang perlu diberi perhatian adalah eksekusi,” kata Riri. Hebatnya, dia melanjutkan, Bambang juga telah membentuk kelompok change of agent yang bertugas mendukungnya sebagai akselerator perubahan.

Bambang pun tegas dalam eksekusi. Pakar manajemen perubahan John Kotter mengatakan, suatu ketegasan sangat diperlukan dalam melakukan perubahan. “Bambang tegas dalam menyingkirkan semua penghalang perubahan, apakah itu sistem atau manusianya. Kesannya, tegaan memang, tetapi harus begitu. Taruhannya berat kalau nggak begitu, yaitu keselamatan perusahaan,” papar Riri.

Dalam manajemen perubahan, pembenahan yang mendasar sangat diperlukan. Jim Collins dalam bukunya Good to Great mengatakan, yang paling mendasar adalah faktor manusia, karena manusialah yang menentukan arah perubahan (strategi) dan menjalankan perubahan (eksekusi). Kalau manusianya “kurang gizi”, jalannya perubahan tentu tersendat-sendat. Maka, pembenahan remunerasi dan hal lain yang berkaitan dengan SDM memang sangat diperlukan dalam kondisi ini. Untuk itu, Riri menilai langkah Bambang sudah tepat. Betul, jika diamati sepintas, kesannya seperti meningkatkan biaya pada saat krisis, tapi di balik itu ada manfaat berlipat ganda.

Leave a Reply


May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
My Twitter Update
FIND ME ON :