Tadi siang, saya dan keluarga jalan-jalan mengunjungi beberapa museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan salah satu museum yang kami kunjungi adalah museum perangko. Berada di dalam museum perangko sejenak membuat saya tertegun. Yup, benda ini, yang namanya perangko, bisa jadi tak lama lagi akan tinggal sejarah. Memang penggunaan perangko masih dipakai untuk pengiriman paket barang, tetapi sekarang lebih banyak dalam bentuk perangko cap berlangganan. Sementara untuk surat-menyurat, sudah lama posisi surat tertulis mulai digantikan oleh email.
Dalam peradaban, kita mengenal 3 kondisi untuk berbagai hal, yaitu (1) continued, (2) innovated, serta (3) discontinued. Akankah perangko akan mengalami nasib discontinued? Apakah perangko akan tinggal sejarah? Bisa jadi …
Maka keberadaan museum perangko ini menjadi penting sebagai salah satu bagian sejarah komunikasi antar manusia di zamannya ….





March 23rd, 2009 4:26 pm
Yang klasik tak pernah lengkang oleh waktu semoga begitu pula dengan prangko…..come on Indonesia be creative! eitsss…tapi untuk para kolektor ati2 yah klo mo jual prangko jaman dulu jangan ampe disalahgunakan oleh pihak2 biadab…….
April 1st, 2009 9:58 pm
Ya juga ya Pak
Sekarang kalo saya ngirim surat juga pake kilat khusus
jadi gak pake prangko
April 4th, 2009 12:33 pm
Selamat Siang…
Salam Kenal dari Balikpapan…
Boleh bertukar link..?
April 4th, 2009 10:33 pm
kalo perangko jadi “discountinued”,
koleksi perangko saya bakal laku keras di pasaran filatelist neh.
wkwkwkwkwkkwkwkwk.
mau nanya nih Pak?
emang fungsi perangko apa sih Pak? apa perangko udah ada “substitute product” yang mengancamnya?
klo saya lihat sih,
perangko ga akan discountinued, tapi mungkin hanya akan “changing position” … berpindah fungsi, menjadi sesuatu yang memiliki “value” yang berbeda dari dahulu.
misalnya pada kelompok filateli … yg hobby ngumpulin perangko-perangko. (so much like me ..) hehehehhe
April 6th, 2009 5:44 am
Saya rasa prangko tidak akan ditinggal dan masih tetap banyak dipergunakan sebagai salah satu alat pelunasan pengiriman surat. Contohnya begini, bila disaat malam hari ,kita perlu mengirimkan kartu pos unik ke keluarga kita, tentunya kita bisa langsung (tanpa menunggu besok) menempelkan secarik prangko pada kartu pos tersebut dan langsung juga dimasukkan didalam bis surat yang ada dipinggiran jalanan, dan selanjutnya kita bisa melakukan aktivitas lain, simpelkan.
Saat ini saya melihat, kantor pos telah melakukan inovasi dalam penerbitan/pencetakkan prangko. Dulu kita mengenal gambar prangko hanya pada tokoh tokoh pahlawan saja, atau presiden saja atau gambar binatang langka dll. Tetapi yang uniknya sekarang, gambar atau foto kita, keluarga, gambar partai atau logo perusahaan dapat dicetak diatas prangko sesuai permintaan pembeli. Nama prangko tersebut adalah prangko PRISMA. Alangkah senangnya penerima surat selain mendapat berita dalam surat juga akan melihat gambar diprangko tersebut ada Ayahnya, keluarganya, anaknya atau pacarnya. Atau bisa juga melakukan promosi barang produk kita ke mana aja melalui prangko, atau perkenalan lewat prangko PRSIMA tersebut seperti saat saat ini yang telah dilakukan oleh para caleg caleg.
April 20th, 2009 7:55 pm
salam kenal pak…
pak saya mau tanya, saya rencananya mau mengangkat topik tentang prangko. yang jadi tanda tanya ” apakah setiap pengeluaran prangko (gambar dari prangko tersebut) sesuai dengan keadaan dan kondisi suatu bangsa indonesia?
————————-
Susan, saya nggak tahu pasti … tetapi kayaknya begitu deh …
May 4th, 2009 8:45 pm
Salam kenal,
Saya ingin bertanya nih pak. Dirumah saya punya koleksi perangko yang tidak banyak sebenarnya. Tapi sampai saat ini belum nambah-nambah juga ^_^. Bagaimana sih memotivasi diri sendiri untuk bersapenan lagi? karena teknologi sudah semakin maju sekarang mau surat-suratan jadi malas. lebih enak kirim email atau langsung telepon. Terima kasih atas jawabannya.
———————-
Wah, saya juga gak tahu jawabannya … karena saya punya keyakinan, sebentar lagi perangko akan hilang dari peradaban manusia … dia akan menjadi sejarah dan barang antik …
June 7th, 2009 3:22 pm
kira2 seri perangkonya pak HArto kalo sekarang dijual laku berapa ya?
June 24th, 2009 1:52 pm
kalo gak salah orang luar negri lebih pintar dari kita,prangko Indonesia diperdagangkan di http://ebay.com . Coba deh ketik kata kunci Indonesia Stamps di sana, kok bukan kita ya yang jadi “pemain”?
June 29th, 2009 12:36 pm
benar sekali pak.. makin maju era glbalisasi Akan berkurangnya prangko.. maka saya sbg generasi muda saya turut campur tangan untuk melindungi prangko agar jauh dari kelangkaannya.dengan mengoleksinya.
July 4th, 2009 2:34 pm
Mungkin aja suatu saat perangko hanya tinggal sejarah.Krn ke geser dg adanya HP,yg mana jk mau komunikasi tgl sms aja.Apalagi saat ini jk ingin kasi kabar berita bs via email.Mk dr itu,lestarikan perangko walau hanya sebagai pajangan.Krn punya nilai sejarah.
October 27th, 2009 2:25 pm
dulu saya pernah mengoleksi perangko hingga satu album. namun saya berikan pada seorang teman, yang tampak lebih serius menjadi filatelis.
sekarang saya sudah tak pernah berhubungan dengan perangko. namun sesekali saya masih menyempatkan berkirim surat. setidaknya kepada ibu, ayah, adik atau sepupu saya di luar kota.
salam blogger,
masmpep.wordpress.com