Saya pernah menulis mengenai FaceBook di sini (ditulis September 2008) :
Menarik, majalah BusinessWeek melaporkan bahwa pertumbuhan pengguna FaceBook di AS itu melambat, sementara itu pertumbuhan di luar AS justru meningkat tajam.
Lalu saya mendapatkan sebuah hasil penelitian mengenai social capital dan FaceBook di sini :
Regression analyses conducted on results from a survey of undergraduate students (N=286) suggest a strong association between use of Facebook and the three types of social capital, with the strongest relationship being to bridging social capital. In addition, Facebook usage was found to interact with measures of psychological well-being, suggesting that it might provide greater benefits for users experiencing low self-esteem and low life satisfaction.
Dan kemudian muncul publikasi mengenai FaceBook di Indonesia oleh Inside FaceBook di sini :
At a growth rate of 645% in 2008, Indonesia has been the fastest growing country on Facebook in Southeast Asia, outpacing growth in China, India, Malaysia, Thailand, and Singapore.
Surprisingly, the 831,000 Indonesians on Facebook are a small minority in their own country. With 0.4% penetration, they represent just a small portion of the of 237 million people in Indonesia.
Menurut saya, data mengenai FaceBook di Indonesia ini belum memberikan kesimpulan apa-apa selain pertumbuhan FaceBook itu sendiri. Apakah memang karakter orang Indonesia (atau orang Asia pada umumnya) yang suka bersosialisasi menyebabkan FaceBook (juga Friendster) menjadi sangat populer di sini ? Susah juga mengambil kesimpulan demikian. Belum ada suatu penelitian yang menunjukkan korelasinya. Rasanya kita memerlukan suatu penelitian seperti yang dilakukan di Michigan State University di atas.
Atau ini bisa menjadi parameter untuk menunjukkan gairah penggunaan internet di Indonesia ? Nah, mungkin bisa. Ini bisa jadi menunjukkan pertumbuhan gairah orang Indonesia dalam menggunakan internet, dan tentu saja ini berdampak positif. Dengan demikian, exposure terhadap dunia maya semakin bagus, dan mudah-mudahan diikuti dengan pemanfaatan yang positif untuk kemajuan kapasitas belajar bangsa kita …



January 21st, 2009 7:14 am
Wuih.. Pes Buk emang keren…
Apa sih yang gak laku di Indonesia kalau sudah menyangkut gaya hidup “modern”, hura-hura, gaul, abisin waktu yang “luang” terus … dst.
Kan ada pameo di Jawa “mangan ora mangan …. sing penting Ngumpul” Di dunia maya pun begitu kiranya… asal rame…
Saya duga masih sedikit dari sejutaan member itu yang memanfaatkan fasilitas dan fitur-fiturnya untuk hal yang lebih serius ..seumpama sharing ide untuk menambah kapasitas pembelajaran atau menambah network untuk kepentingan bisnis dsb…
Salam,
Avis
—————————–
Saya juga punya pemikiran serupa … mungkin masih perlu waktu ya …
February 8th, 2009 8:46 am
kl ngga salah, saya lupa sumbernya, ada salah satu penelitian kedokteran di salah satu univ di luar negeri, bahwa kecenderungan pemanfaatan facebook dan situs sosial lain utk menceritakan hal2 pribadi di luar profesional kedokteran mulai dikhawatirkan merusak citra dokter scr umum
————————
wah, saya belum tahu tuh Dok … mungkin tergantung kepada kita memaknai citra dokter itu kali ya Dok? … Mungkin ada masyarakat yang memandang dokter itu harus jadi panutan dan berwibawa (ini juga gak jelas definisinya) … tetapi, bukankah dokter juga manusia? .. he he he ..
February 19th, 2009 3:22 pm
lagi ngegoogle ttg efbeh eh malah …nyasar kesini hehehe… thanks ya atas penjelasannya di efbehku. blum sempat ta’ balas. dikantor fb barang haram jadi diprotek hehe…
sukses buat riri…
February 26th, 2009 11:17 am
bagus juga sich FB,banyak sekali manfaatnya.
June 2nd, 2009 8:44 am
[…] http://www.ririsatria.net/2009/01/20/masih-tentang-facebook/ […]
July 2nd, 2009 1:58 am
[…] (http://www.ririsatria.net/2009/01/20/masih-tentang-facebook/). […]