Archive for January, 2009
Kelas Corporate Information System pada program Magister Manajemen (MM) Eksekutif angkatan 44 - Sekolah Tinggi Manajemen PPM sudah memasuki tahap akhir. Kuliah ini diasuh oleh tim dosen yang terdiri dari saya sendiri, Jonathan Sofian Lusa, dan Henry Christanto (kita foto dulu di PPM tadi sore sehabis kuliah).
Tadi siang sudah dilakukan group presentation oleh masing-masing kelompok (ada 5 kelompok) mengenai aplikasi materi kuliah di praktik sehari-hari di organisasi / perusahaan. Semua isu yang dipresentasikan sangat menarik, mulai dari penerapan teknologi informasi untuk manajemen data medik rumah sakit, lalu ada community building melalui membership untuk produk kesehatan, sampai dengan penerapan ERP di perusahaan, mulai dari yang kecil, sampai yang berskala nasional.
Tetapi permasalahannya adalah, tidak semua peserta mampu melakukan analisis secara mendalam dan sistematis terhadap permasalahan yang muncul, sampai kepada mengusulkan solusi. Semua kelompok mampu mempresentasikan apa yang dilakukan di perusahannya dengan baik, dan ini berarti mereka mengenali dengan baik baik apa yang dilakukan. Tetapi begitu masuk ke analisis masalah, ada yang mampu menganalisis dengan baik, tetapi ada juga yang hanya berhenti pada gejala masalah. Demikian pula dengan memberikan solusi, ada yang sangat generik dan normatif, ada juga yang sangat spesifik dan mendalam.
Read the rest of this entry »
Sebuah artikel tentang mobile workers di Koran Jakarta edisi Rabu, 28 Januari 2009. Tulisan asli bisa dibaca di sini … Well, aku juga diulas di tulisan ini … he he .. Terima kasih untuk Mbak Citra dari Koran Jakarta …
Teknologi telah menggeser pola kerja konvensional menjadi mobile working. Pekerjaan bisa diselesaikan di ruang tunggu bandara, parkiran, atau sofa di sebuah kafe. Modalnya cuma Internet dan komputer jinjing.
Bola mata Riri Satria, 35 tahun, sibuk memelototi layar Apple Macbook-nya. Pasalnya, sebuah proposal harus segera dia layangkan kepada kliennya di Medan, Sumatra Utara. Setelah memeriksa kelengkapan data, tidak lama, ia pun mengklik “send” di layar e-mail-nya. Satu bundel proposal melesat ke alamat kliennya tersebut.
Dosen pascasarjana Universitas Indonesia itu pantas lega. Satu urusan bisnisnya selesai sebelum matahari naik sepenggalah. Bukan di kantor atau ruang rapat ia selesaikan urusan itu, melainkan di executive lounge terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Bagi saya, di mana pun ada sambungan Internet, sudah seperti kantor buat saya,” kata dia.
Read the rest of this entry »
Tadi pagi saya menggantikan kolega saya Dr. Ningky Munir untuk mengisi kuliah ODSM (Organization Diagnosis and Strategic Management) pada program Magister Manajemen WM 60 - Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta, karena beliau ada keperluan mendadak. Ini adalah pertama kalinya saya masuk di kelas WM 60. Sekarang ini saya sedang menangani kelas MM Eksekutif angkatan 44 untuk kuliah Corporate Information System.
Analisis internal itu sendiri bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) di dalam organisasi. Bagaimana caranya ? Menurut literatur yang saya baca sekaligus dipadukan dengan pengalaman di lapangan, terdapat 3 (tiga) metode analisis untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemanan.
Pertama, membandingkan terhadap standar. Misalnya, untuk aspek keuangan pada sektor bisnis asuransi, maka RBC (risk-based capital) memiliki standar tertentu sesuai dengan regulasi. Jika memenuhi regulasi maka itu adalah kekuatan, sedangkan sebaliknya, tidak memenuhi regulasi, tentu menjadi kelemahan.
Bagaimana jika standar tidak ada untuk aspek-aspek yang dianalisis ? Maka kita pakai cara kedua, yaitu membandingkan dengan kompetitor terdekat. Jika kita lebih baik dari kompetitor terdekat, maka itu merupakan kekuatan, dan sebaliknya, jika lebih buruk, maka tentu itu adalah kelemahan.
Read the rest of this entry »


