Tadi sore, walaupun sedikit masih dalam keadaan kurang fit karena kemarennya agak flu dan demam, saya terlibat dalam suatu diskusi menarik mengenai 3-G mobile video blogging bertempat di kantor Mantenboshi. Intinya adalah, Mantenboshi, yang berisikan sekumpulan anak-anak muda kreatif berhasil mengembangkan teknologi untuk mobile video blogging berbasis 3-G. Selain mobile video blogging, mereka juga mengembangkan beberapa aplikasi lainnya, yang semuanya berbasis teknologi 3-G. Walapun mereka basisnya di Jepang, tapi orang Indonesia lho …

Di dalam ruangan diskusi ada Enda, Dewo, Prass, dan saya. Sedangkan dari Mantenboshi selaku tuan rumah ada Christian, Arnold, serta Gerry. Sementara itu, 2 orang teman lainnya, yaitu Budiputra dan Ndoro Kakung Wicaksono berhalangan hadir, mungkin ada keperluan mendadak, walaupun sempat kontak-kontakan sebelumnya … Oh ya, sesuai komentar Dewo di bawah, foto dapat dilihat di sini … dan rupanya ada juga cuplikan video di sini:)

Arnold selaku chief technology officer di Mantesboshi mendemokan bagaimana mobile video blogging yang mereka kembangkan bekerja. Intinya adalah, dengan menggunakan handset 3-G kita bisa merekam video dan langsung send, maka video tersebut langsung di-posting di blog kita, entah pake blogspot, wordpress, atau apapun.

Nah, habis itu, diskusi pun dilanjutkan.

Menurut Enda, di Indonesia, blog lebih banyak dipergunakan untuk keperluan santai atau hal-hal yang kurang serius. Sementara itu, di luar negeri, terutama negara maju, blog dipergunakan untuk hal-hal yang serius, di mana isi dan komentarnya pada serius. Ibaratnya, di sana blog “mainan orang dewasa”, di sini blog adalah “mainan anak-anak” .. he he :) Ini juga akan mempengaruhi penggunaan mobile video blogging ini nantinya di Indonesia. Enda juga menyoroti bahwa ada aspek ke-segera-an (immediate) yang menjadi keunggulan teknologi ini, tetapi bukan teks lagi, melainkan video. Jadi, bisa saja detik.com menggunakan teknologi ini, sehingga yang ditampilkan tidak hanya tulisan, melainkan juga video langsung dari lapangan, semacam citizen journalism.

Dewo lebih banyak menyoroti teknologi alternatif dari apa yang dipresentasikan tadi, yaitu teknologi yang ditawarkan 3,5-G, di mana kemampuan yang hampir sama, yaitu posting ke blog memungkinkan untuk dilakukan. Setidaknya, untuk photo blogging, sudah bisa dilakukan. Dengan demikian, mobile video blogging berbasis 3-G ini harus menawarkan suatu positioning tersendiri. Dewo juga mengangkat isu teknologi wi-max sebagai alternatif ke depan. Silakan baca ulasan Dewo di sini.

Prass lebih banyak menyoroti potensi pasar (maklum, teman yang satu ini adalah dosen manajemen pemasaran di MM-UI). Potensi ada, tetapi belum banyak yang aware dengan manfaat atau kegunaan 3-G itu sendiri. Sehingga harus ada upaya untuk mengedukasi pasar. Christian juga menimpali bahwa ada suatu perilaku telecommunication provider di Indonesia, di mana mereka masih menggaruk keuntungan (cash cow) dari bisnis voice communication. Dengan demikian, mereka masih setengah hati investasi untuk 3-G, apalagi wi-max, karena investasi untuk voice ataupun 3-G belum kembali modalnya. Ini juga memperlambat penetrasi infrastruktur 3-G di Indonesia.

Saya lebih banyak concern dengan business model-nya. Karena blogging adalah suatu aktivitas yang gratis (kalaupun bayar, hanya bayar koneksi internet), maka tentu revenue tidak bisa diambil dari aktivitas blogging-nya, karena sudah bertentangan dengan paradigma blogging saat ini. Harus tetap dijaga bahwa kondisi blogging gratis ini, dan harus dipikirkan sumber revenue dari tempat lain. Iklan, oke sih, tapi yang bagaimana ? Juga berbagai bentuk kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Saya sepakat dengan Gerry bahwa business model-nya akhirnya mengarah ke community building, dan berbisnis di komunitas tersebut …

What a nice discussions

4 Responses to “3-G MOBILE VIDEO BLOGGING”

  • Preview: Video Blogging Oleh Mantenboshi « Emanuel Setio Dewo:

    […] terkait: » “3G Mobile Video Blogging” (Riri Satria) Tags: 3.5G, 3G, Blogger, G502, Sony Ericsson, Video […]

  • Emanuel Setio Dewo:

    Foto sudah saya upload Pak. Kemarin malam waktu posting saya pake koneksi yang lambat, jadi uploadnya baru pagi ini.

    Salam.

    —————–

    Yup, thank you Dewo .. :)

  • latqueire:

    hmm technology ini kayanya emang pas di indo.. terlebih lagi handphone sudah menjadi bagian lifestyle, dan orang tidak asing lagi dengan blog, sedangkan dimalaysia sangat jarang pengguna HP high end, pengguna lebih ke kebutuhan saja, call dan sms.. dan harga HP lebih mahal ketimbang di indo

    —————–

    Yup, setuju … sebentar lagi diperkirakan mobile video blogging bakal jadi trend … :)

  • Stanley David:

    Hmmm…
    kalo diterapkan untuk proses belajar-mengajar dosen di kelas bisa nggak ya?
    Honestly,
    saya punya blog (tapi nggak pernah nulis), bukan karena nggak bisa, tapi cenderung karena belum melihat “value” dan “benefits” yang bisa saya dapatkan dari menulis blog.
    Akhirnya jadilah saya seorang Blog-Spectator.
    Begitu banyak bookmark blog di web-browser saya, hanya untuk sekedar melihat-melihat dan yang pasti “belajar” dari tulisan para blogger tsb.
    Mungkin, kalo “value” dan “benefits” dari 3-G video blogging ini udah kelihatan, maka akan banyak user yang mau menggunakannya.
    Cheers,

    ———————

    Yup, tetapi nilai tambah tersebut kadang-kadang tidak terpikirkan sebelumnya … seperti dulu, konsep breaking news tidak dikenal sampai dengan penggunaan internat yang umum …

Leave a Reply