Apakah seseorang yang sudah bekerja 10 tahun di bidangnya dapat dikatakan memiliki pengalaman 10 tahun ? Ntar dulu … Saya selalu memisahkan antara pengalaman dengan penglamaan. Bisa jadi, masa 10 tahun itu berupa pengalaman, atau jangan-jangan hanya penglamaan.

Kapankah seseorang disebut berpengalaman ? Kembali kepada contoh 10 tahun di atas, jika selama 10 tahun itu terjadi proses pembelajaran yang signifikan pada dirinya, baik melalui proses kerja sehari-hari, maupun program pengembangan SDM yang khusus, sehingga terjadi penambahan kompetensi yang signifikan pada dirinya, maka itulah yang disebut dengan pengalaman.

Lalu apa itu penglamaan ? Ya sebaliknya, apabila selama 10 tahun itu dia hanya bekerja tanpa dia bisa menarik pelajaran dari pekerjaan sehari-harinya, atau juga pengembangan dirinya sangat minim melalui berbagai program pengembangan SDM, sehingga tidak terjadi pertambahan kompetensi yang signifikan pada dirinya. Malahan yang terjadi, kompetensi dia out of date. Inilah yang disebut dengan penglamaan, di mana dia hanya menghabiskan waktu berlama-lama selama 10 tahun.

Jadi apa yang membedakan antara pengalaman 10 tahun, dengan penglamaan 10 tahun ? Jawabannya adalah proses pembelajaran yang terjadi, dan sangat ditentukan oleh kapasitas belajar (learning capacity) serta kemauan yang bersangkutan. Jadi, berpengalaman tidak hanya ditentukan oleh jumlah bilangan tahun bekerja, melainkan juga oleh proses pembelajaran yang terjadi … Salam.

7 Responses to “PENGALAMAN, PENGLAMAAN, DAN PROSES PEMBELAJARAN”

  • Yulis:

    Maaf Pak Riri, saya mungkin sedikit melenceng nich. Saya dan temen akrab saya waktu di Surabaya setelah mencapai 7 tahun bekerja, kami bener benar merasa bosan dan frustrasi. Ketika perusahaan tidak bisa mengakomodasi hal tersebut akhirnya teman saya yang sekarang di Canada dia memilih keluar dan bekerja ditempat lain walaupun ditempat yang lama dia sudah mempunyai kedudukan yang mapan. Sedangkan saya juga memilih hengkang dari perusahaan. Kenapa ya Pak setelah melampaui 5 tahun jadi ngak menarik lagi pekerjaan. padalah perusahaan sudah mulai bergantung kepada kita. Saya ngak bisa membayangkan 10 tahun. terimakasih

    ————–

    Yup, rasa bosan muncul salah satuya karena sudah tidak ada pengembangan lebih lanjut dari perusahaan, baik pengembangan kompetensi atau pun job enrichment termasuk penyegaran suasana sehingga sudah tidak ada tantangan … ini memang sudah menjadi konsekuensi … tapi ada kan yang betah kerja 20 tahun di suatu tempat ? kenapa hayo ? … ya itu … intinya, pengembangan kompetensi dan job enrichment, serta penyegaran suasana …

  • Titiek Sulistyowati:

    Dh, Pak.Riri, saya jadi tergelitik dengan tulisan Bapak, karena pas dengan yang saya alami sekarang. Saya sudah bekerja 16 th di sebuah BUMN, kadang saya berpikir apakah saya akan terus begini, menjalani rutinitas pekerjaan tanpa bisa meng’improve’ potensi yang barangkali masih ada he…3. Kebetulan dengan background IT, bekerjapun di bidang IT, saya dengan 3 anak, sedang semangat u/ kuliah di MTI UI (baru 2 hari kuliah) dengan harapan bisa meningkatkan pengetahuan & skil, manajerial, kepemimpinan, sharing pengalaman, jejaring pertemanan. Tetapi saya berpedoman bahwa proses-lah yang terpenting bukan tujuan/hasil. Meski harus bermacet-macet ria (lama di jalan daripada kuliahnya hik3 Jakarta oh Jakarta). Saya tidak ingin seperti ‘Katak dalam tempurung’…….. berada dalam zona kenyamanan tanpa proses pembelajaran termasuk belajar sabar…….., tapi masih gamang …bisa nggak ya nyelesain sekolah (paling tua di angkatan he…3). Thx

    —————–

    Mbak Titiek, memang proses pembelajaran itu harus bersumber dari diri sendiri. Motivasi terbesar itu berasal dari diri sendiri, bukan dari pihak eksternal. Saya sepakat, bahwa kita perdoman kepada proses (dalam manajemen namanya lead indicators), walaupun hasil (lag indicators) tetap kita kejar juga, tetapi memang hasil itu seringkali di luar kendali kita. Selamat belajar Mbak Titiek, semoga sukses mencapai hasil dan enjoy saja Mbak menjalani proses tersebut …

  • diah yoshida:

    wow, jadi inget sama perjalanan karir setelah kuliah…masuk ke perusahaan A cuma 4 bulan tapi pengayaan ilmu dan attitude sangat banyak…sampe waktu mau keluar pake acara nangis-nangis segala :) masuk perusahaan B setahun, alhamdulillah pengayaannya pun berjuta…terakhir 5 tahun, rasanya nih pengayaannya tidak sebanyak yang sebelumnya tuh! apa ini namanya penglamaan?

    halo Pak…bagus banget nih tulisannya untuk kontemplasi diri :) thanks ya…

    wass.

    diah

    ——————-

    ha ha ha … terima kasih atas komentar dan apresiasinya .. oh jadi gitu toh yang terjadi selama 5 tahun terakhir :) … tapi kan sekarang sudah enjoy di Aussie ..

  • marwan:

    aslkm..
    ini kmrn juga di sampaikan oleh pak agus maulana diwaktu perkuliahan kepemimpinan strategik…
    bahwa orang yang memegang jabatan 10 tahun belum tentu berpengalaman dibidang itu sebanyak sepuluh tahun,,
    tp 1 hal yang belum sempat saya tanyakan diwaktu kuliah kemaren,, menurut bapak, apakah anak yang belum pernah memegang jabatan tertentu, bisa memiliki ilmu sama seperti orang yang sudah berpengalaman?
    oiyah, yang itu yg koment diatas bu diah yoshida yang pengarang buku arsitektur strategik bukan pak?

    ——————–

    Wa’alaikum salam Mas Marwan … he he he .. Pak Agus Maulana yang dosen MMA IPB ya … beliau juga salah satu pembimbing disertasi S3 saya di DMB IPB … yup betul, Diah Yoshida yang itu, beliau teman baik saya dan sekarang bermukim di Australia …

    Kalau belum memiliki pengalaman, pasti kompetensinya tidak sama, setidaknya dia bisa saja jago dalam hal teori atau konsep, tetapi feel di lapangan atau wisdom dia belum memiliki banyak … itu diperoleh dari pengalaman yang berpembelajaran …. itu menurut saya lho Mas Marwan … salam kenal ya …

  • marwan:

    feel atau wisdom itu apakah sama dengan intuisi pak?
    bagaimana mempercepat menggali pengalaman agar, bukankah masing2 orang memiliki kecepatan yang berbeda dalam menanggapi sebuah masalah. maklum pak, sy belum pernah berkecimpung di dunia kerja, paling juga cuma bisnis kecil2an,,,hehe

    ———————

    Mas Marwan, misalnya begini, hampir setiap mahasiswa manajemen jurusan pemasaran tahu teori negosiasi … dia bisa hafal konsep negosiasi luar kepala … tapi karena belum ada pengalaman, apakah dia bisa menjadi seorang negosiator yang baik ? .. bisa jadi dia punya potensi, tetapi tentu gak sama dengan orang yang sudah kenyang pengalaman negosiasi, tahu trik-triknya (feel) serta tidak kaku alias mengembangkan sikap lebih tolerasi atau empati (wisdom) … kira2 begitu maksudnya … kalau intuisi lain lagi … itu dalam ilmu pengetahuan disebut dengan istilah tacit knowledge … sesuatu yang sudah dimiliki dan melekat pada dirinya … bisa karena diberikan anugerah begitu saja oleh Yang Maha Kuasa, bisa juga akibat akumulasi proses pembelajaran dan pengalaman dalam hidup ….

  • marwan:

    hooo begituh yah pak…
    ic ic ic…
    alhamdulillah..bertambah lagi ilmu saya
    terima kasih banyak pak..
    saatnya sholat tarawih,,gara2 keasikan ntn debat g jelas antara pbr dan pdk di lativi…
    ^_^

    ——————

    Terima kasih kembali Mas Marwan … semoga bermanfaat … sukses ya …

  • PENGALAMAN, PENGLAMAAN, DAN PROSES PEMBELAJARAN | Indosdm.com:

    […] Tulisan ini juga dimuat pada blog beliau di Sini […]

Leave a Reply