Ini hasil jepretan saya mengenai SPN yang “ngejreng” alias warna-warni, dipotret tanggal 28 dan 29 Agustus 2008 sewaktu acara peresmian oleh Kapolri, Pak Sutanto … kebetulan saya diundang oleh Kapolda Jambi, Pak Budi Gunawan untuk ikut hadir di sana … please take a look ..

The umbrella girls … ada yang berani ganggu mereka ?
Agaknya Polri memang sedang melakukan transformasi kultural, setidaknya dari tampilan fisik dulu (kalau transformasi perilaku masih panjang urusannya). Sekolah Polisi Negara (SPN) yang biasanya terkesan angker, sekarang mulai dirombak, menjadi warna-warni, dan tidak lagi ekslusif alias terbuka untuk masyarakat luas, sesuai dengan filosofi community policing … setidaknya itulah yang sudah dilakukan di SPN Jambi, dengan ambisi menjadi SPN unggulan di Indonesia …

Pengenal yang mulai ramah.

Kiri : penanda gerbang masuk … Kanan : Lima laluan, searah tujuan, filosofi Polda Jambi.

Cita-citanya sih mau jadi SPN unggulan di Indonesia …

Satuan polisi pariwisata lagi parade.

Gedung kelas orange yang jauh dari kesan angker …

Asrama siswa yang lebih manusiawi.

Beberapa tempat di SPN ini terbuka untuk umum, bahkan jadi daerah kunjungan wisata, upaya menghilangkan ekslusivitas … ada kereta api - kereta apian segala … he he he …

Saya bersama beberapa Kapolres di Propinsi Jambi, dan para anggota Polri (ramai di belakang). Foto ini dijepret oleh Mas Heru dari Polda Jambi … trims ya Mas .. juga terima kasih karena “mengawal” saya selama di Jambi …

strategy | organization | HRD 



Wah dari Photonya kelihatan bersih dan rapi sekali ya Pak SPN kota Jambi. Sukses selalu deh untuk POLRI, walau dicaci maki tetapi mereka sebenarnya memiliki tugas yg sangat mulia. Dan memang sudah seharusnya Polisi bersahabat dan dekat dengan Rakyat. terimakasih
——————–
Mbak Yulis, kita bisa melakukan dua hal, yang pertama menghujat mereka tanpa melakukan apa-apa, yang kedua ikut serta memperbaiki mereka dari dalam walaupun peran kita sangat kecil (tanpa kehilangan sikap kritis kita) … Nah, saya memilih peran yang kedua …
Salut Pak Riri, seandainya semua orang pintar di Indonesia mempunyai pemikiran seperti itu sepertinya mudah membawa Indonesia ke arah Kemakmuran. terimakasih
——————
Mudah2an Mbak Yulis … terima kasih atas apresiasinya …
Tipikal pemimpin masa depan yg harus dipunyai Polri ya itu Kapolda jambi yg sekarang..
—————-
Begitu ya Mas Iik …
terima kasih karena sudah mampir ..
Saya punya rasa pesimistis terhadap jajaran polri, tapi benar kata pak riri lebih baik kita memberi masukan tanpa ada rasa ingin menghujat. toh kalau jajaran polisi kita kuat, kita juga yang akan aman
tapi kalau saran kita tidak didengar, gimana ya pak??
——————-
Shierly, kalau kita melakukan sesuatu sudah dengan sikap prejudice atau berprasangka buruk, misalnya bagaimana kalau nggak didengar, dsb, maka memang akhirnya kita tidak akan pernah melakukan apa-apa, bahkan menghujatpun kalau gak didengar gimana ? Sama saja dengan mengajar di kampus, nanti kalau mahasiswanya gak mau mendengar gimana ? atau memberikan konsultasi ke klien, kalau nanti kliennya gak mau dengar gimana ? … well, saya selalu memulai suatu pekerjaan dengan asumsi positif, bahwa pada dasarnya manusia itu juga ingin suatu perbaikan dan hal positif dalam kehidupan …
Setelah terlibat sekian lama dengan kepolisian, saya mengidentifikasi beberapa jenis elemen masyarakat berkaitan dengan sikap mereka terhadap Polri :
1. Mereka yang pintarnya menghujat (kita harus akui bahwa memang banyak hal yang perlu diperbaiki di tubuh polisi ini, banyak banget banget malahan) … tapi gilirannya diminta saran perbaikan, ternyata gak bisa ngasih masukan apa-apa … Jadi, yang masuk kategori ini memang pintarnya cuma menghujat …
2. Mereka yang mencoba untuk memberikan masukan, tetapi gak tepat, alias masukannya terlalu normatif (semua orang sudah tahu itu), atau masukkannya asal-asalan saja tanpa suatu pemikiran serius … kalau diajak diskusi secara serius, ngomongnya umum-umum dan datar-datar saja … ini juga gak memberikan kontribusi apa-apa, tetapi niatnya perlu dipuji karena sudah ingin berkontribusi …
3. Mereka yang mencoba untuk memberi masukan, mencoba untuk mengadopsi konsep yang mutakhir, tetapi dijadikan spesifik melalui suatu kajian untuk organisasi kepolisian … pengalaman saya menunjukkan, teman2 di kepolisian sangat menyenangi hal seperti ini dan sangat antusias … kalau kita diskusi dengan mereka, bisa gak ingat waktu …
Begitu sikap saya Shierly, saya memilih untuk ikut serta menyalakan lilin walaupun kecil daripada terus-menerus menghujat kegelapan …
Mengapa ? … karena ini adalah institusi publik, yang suka tidak suka, dia harus exist di dalam sebuah negara di manapun di atas dunia … ini adalah satu2nya institusi resmi di dalam sebuah negara yang berfungsi melakukan pengamanan terhadap masyarakat suatu negara, termasuk di Indonesia … jadi posisinya sangat strategis dan harus bagus … he he he … kalau nggak begitu, bodo amat, emang gw pikirin, ya nggak ?
Kalaupun gak ada efek, setidaknya saya bisa puas juga … I have been there, and done something at my best … mudahan dicatat sebagai amal kebajikan deh oleh Yang Maha Kuasa …
… itu adalah risiko sebuah idealisme …
Bang ada satu ungkapan “pukullah saya apabila salah, asal jangan pukul bagian kepala, karena bisa jadi di kepala saya tersimpan pemikiran yang briliant”
Memang Praktisi dan Akademisi sangat diperlukan untuk merubah Polri, terima kasih untuk abang yang telah mengorbankan waktu untuk institusi kami.
————————-
Bang, good point dengan ungkapan tersebut … sejatinya bukan merubah Polri, melainkan ikut serta dalam memberikan pemikiran untuk perubahan di Polri, karena tentu saja untuk merubah sebuah organisasi, yang paling kompeten adalah orang2 di dalam organisasi itu sendiri … saya sendiri hanya mencoba untuk berbagi apa yang saya miliki, dalam hal ini adalah pengetahuan teori organisasi … begitu Bang … salam sukses selalu ya …
Wah, bngganya aku prnah dispn jambi. Pngalaman yg tktrlupakan. Aku angkatan 9, th 2008. Pleton 2c. Tp skrg kutinggalkan krn hrs kepusdik intel bndung.
———————
Wah, melanjutkan ke sana Mas ? ngambil kejuruan intel … salam sukses selalu Mas …
BANG, TERIMA KASIH APRESIASINYA SAYA DARI PALEMBANG SEMOGA SARAN2 DAN MASUKAN2 DARI ABANG2 MEMBUKA WAWASAN KAMI…YAKINLAH BANG, MASIH BANYAK SEKALI POLISI2 YANG BAIK..YANG PUNYA IDEALIS…CUMAN KARENA MEMBERITAKA YANG BURUK LEBIH ENAK DARIPADA YANG BAIK, SEHINGGA POLISI2 YANG BAIK SEAKAN TIDAK PERNAH ADA ATAU TENGGELAM..SUKSES YA BANG
———————–
Yup, setuju … masih banyak polisi yang baik, punya idealisme tinggi, saya percaya itu … terima kasih kembali … salam sukses selalu dalam setiap pengabdian …
wieee….
kereeendzzzz abisss
anggota polrinya guanteeeng 2x.
temen aq namanya rizki sitepuh yg jelek, baru zzah daftar polda jambi….
ntar jadi paq polisi dunk,,,hee..hee
siaplah paqq…..
———————–
mudah2an menjadi polisi yang profesional, modern, dan patuh hukum, kayak slogannya polri …
Komentar dan Diskusi