Tadi pagi saya diundang untuk menjadi pembicara pada sesi pertama workshop “Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk Menuju Perguruan Tinggi yang Unggul”. Workshop ini diselenggarakan oleh Sub Direktorat Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Budha, Departemen Agama RI, bekerja sama dengan Sisfo Strategic Learning and Consulting. Hari ini ada 3 pembicara, yaitu saya sebagai pembicara pertama, dilanjutkan dengan Jonathan Sofian Lusa, lalu ketiga Henry Christianto. Pada sesi pertama saya membahas bagaimana TIK membentuk keunggulan kompetitif pada sebuah perguruan tinggi. Sementara itu, Sofian dan Hendry lebih banyak membahas aspek teknis dari penerapan TIK di perguruan tinggi.

Acara dibuka oleh DirJen Pembinaan Agama Budha, dan dalam sambutannya, terungkap keinginan untuk menjadikan perguruan tinggi Agama Budha di indonesia sebagai pusat keunggulan (center of excellent). Acara ini diikuti oleh pimpinan dan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi Agama Budha di Indonesia.
Dari berbagai literatur, saya menyimpulkan bahwa sebuah sekolah yang unggul itu haruslah :
- Memiliki kurikulum yang unggul.
- Memiliki metode pembelajaran yang unggul.
- Memiliki penelitian / riset yang unggul.
- Memiliki sistem dan prosedur yang unggul.
- Diasuh oleh pengajar yang unggul.
- Dimanajemeni oleh manajer dan staf yang unggul.
- Memiliki media / publikasi yang unggul.
- Memiliki sumber dana yang memadai.
Lalu bagaimana TIK mampu memberikan keunggulan ?
- Pada proses pembelajaran (misalnya : e-learning, simulasi, collaborative learning, knowledge management, dan sebagainya).
- Konten atau materi kuliah (misalnya materi mengenai perkembangan teknologi, kaitan teknologi dengan bidang yang dipelajari, dan sebagainya).
- Pada proses administrasi sekolah (pendaftaran, perwalian, jadwal kuliah, dan sebagainya).
Pada kesempatan ini saya juga mendapatkan wawasan baru, bagaimana protokoler dalam Agama Budha, cara pembukaan acara, memberikan salam hormat, berdoa, dan sebagainya.
Sayang, saya tidak bisa mengikuti acara ini sampai habis, karena siangnya harus segera ke Bandung untuk menjadi pembicara pada workshop besok di BP Migas …
Semoga sukses kawan-kawan ..
Silakan lihat posting yang sama di blog Mas Sofian di sini.



August 25th, 2008 7:46 am
[…] pertama, sebagai pembicara inti adalah Pa riri Satria dengan topik “keungulan perguruan tinggi yang dibentuk melalui TIK”, saya memaparkan komponen […]
November 11th, 2008 8:04 am
[…] Tadi siang, saya menjadi pembicara di seminar mengenai “Revitalisasi Strategi Organisasi” yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Hindu, Departemen Agama RI, bekerja sama dengan Sisfo Strategic Learning and Consulting. Ini adalah kedua kalinya saya mengisi seminar di Departemen Agama RI, setekah dulu yang pertama kali di Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat Budha. […]
November 12th, 2008 7:04 pm
hmmm.
Apakah Competitive strategy yang dikemukakan Pak Riri untuk dimiliki perguruan tinggi, bisa juga diterapkan pada Akademi-Akademi ?
(kebetulan kami lagi mengerjakan tugas PSSI, dengan studi kasus Akademi Sekretari TarQ)
——————
Bisa dong ! … kenapa tidak ? …silakan dipelajari lebih lanjut di berbagai buku ya …