
Sore ini, setelah selesai kegiatan di camp Zambrud BOB Bumi Siak Pusako - Pertamina, saya dan tim berkesempatan jalan-jalan ke Kota Siak. Perjalanan ke Kota Siak dari camp Zambrud ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Jalan ke sana sebenarnya sudah diaspal hotmix, tetapi banyak di sana-sini jalan yang rusak. Konon katanya tanah di sini banyak yang tadinya rawa, kemudian ditimbun dan dijadikan jalan. Tetapi yang lewat truk-truk besar, akibatnya ya itu, jalannya cepat rusak, bahkan di beberapa tempat sangat parah.
Suasana yang sangat kontras terjadi begitu memasuki Kota Siak. Kita bertemu dengan Jembatan Sungai Siak yang megah. Nah, adik saya dulu terlibat dalam pembangunan jembatan ini dulu, kalau nggak salah sebagai konsultan. Dia pernah tinggal di Siak cukup lama. Lihat foto saat jembatan ini dibangun pada tahun 2004 di website dia di sini serta di sini.
Kota Siak di senja hari memang indah, terutama kalau kita berada di pinggir Sungai Siak sambil melihat langit yang merah dengan latar belakang Jembatan Sungai Siak di senja hari.

Apa makanan favorit di sini ? Ya, tidak jauh-jauh, hampir semua produksi Sungai Siak, dan yang paling terkenal, ya udang galah goreng …

Gedung Lembaga Adat Melayu - Siak.

Sungai Siak di sore hari.

Jembatan Sungai Siak di malam hari.

… masih Jembatan Sungai Siak.

strategy | organization | HRD 



ada satu lagi bung riri tentang icon kabupaten siak…….bubur ayamnya itu lho……beberapa waktu lalu saya disana dibawa oleh para mahasiswa bimbingan mm-ipb (pegawai pemda siak)…….wah uenaaaak banget…..apalagi ketika itu di pagi hari….luar biasa….
——————
Wah, saya belum tahu tuh Pak Sjafri … bubur ayam Siak ? … menarik juga, karena setahu saya, bubur ayam bukanlah makanan khas orang Sumatera …
Halo Ri, baru kali ini sempat melongok ke blog elu. Iid sering cerita kalo elu lagi dinas ke Siak..Cantik kali Siak tu sekarang ya. Jembatannya ngalah-ngalahin jembatan Siak di Pekanbaru. Arsitektur jembatan itu mengingatkan gw dengan jembatan yang menghubungkan semenanjung Malaysia dengan pulau penang. Panjang dan elok rupanya…Gw pikir, gw perlu jalan-jalan neh mengitari tanah tumpah darahku Riau. Selama ini gw kalo libur ke Pekanbaru malah ngider-ngider tanah tumpah darah elu, Sumbar itu.
——————–
Hallo Hessy, terima kasih sudah berkunjung … yup, aku memang lagi sering ke Siak, ada kerjaan di sana … tetapi kok aku menilai kecepatan pembangunan di sana agak pelan ya ? padahal sumber daya alamnya luar biasa tuh … atau mungkin pengamatan aku keliru …
Komentar dan Diskusi