Teori Igor Ansoff mengenai pemasaran agresif dapat dilihat dari dua variabel, yaitu (1) pasar, dan (2) produk, yang dikenal dengan teori matriks pertumbuhan pasar dan produk (market - product growth matrix). Kedua variabel tersebut terdiri dari dua kondisi, yaitu baru (new) atau yang sudah ada (present). Dengan demikian kita akan mengenal empat kondisi, yaitu (1) strategi pemasaran di pasar yang ada dengan produk yang ada, atau dengan kata lain mempertahankan wilayah dan produk yang ada, disebut dengan istilah penetrasi pasar (market penetration). (2) Strategi pemasaran di pasar yang ada tetapi dengan meluncurkan produk yang baru, disebut dengan istilah pengembangan produk (product development). (3) Strategi pemasaran untuk produk yang sudah ada, tetapi merambah ke pasar yang baru, disebut pengembangan pasar (market development). Terakhir (4) adalah strategi pemasaran untuk produk yang baru dan juga dilempar ke pasar yang baru, disebut dengan istilah diversifikasi.

Ternyata, Indonesia adalah pasar yang sudah besar untuk Friendster, dan manajemen Friendster sudah menjadikan Indonesia sebagai fokus pemasarannya atau dengan kata lain Indonesia adalah present market yang sudah barang tentu perlu dijaga. Artinya Friendster harus melakukan strategi penetrasi pasar serta pengembangan produk di Indonesia. Berita yang diluncurkan DetikInet, khusus untuk pengembangan produk, ternyata CEO Friendster, Richard Kimber mengatakan bahwa pengguna Friendster Mobile yang baru saja diluncurkan beberapa bulan, sangat tinggi pertumbuhannya di Indonesia. Ini bukti bahwa strategi pengembangan produk Friendster berhasil di Indonesia. Keseriusan Friendster untuk fokus ke wilayah Asia Tenggara terlihat dengan penunjukan Richard Kimber sebagai CEO, di mana sebelumnya Kimber adalah managing director Google untuk wilayah Asia Tenggara!

Nah, ancaman bukannya tidak ada. FaceBook dan yang paling anyar, Plurk, adalah ancaman buat Friendster. Dengan demikian, Friendster harus melakukan sesuatu di Indonesia. Dalam rangka itu, sesuai dengan teori strategi penetrasi pasar, Friendster ingin menancapkan kakinya di Indonesia dengan permanen, dan ingin mengembangkan sebuah perusahaan di Indonesia. Friendster sudah menyiapkan dana USD 20 juta untuk strategi ini, termasuk mengakuisisi perusahaan yang bisa menjaga keunggulan Friendster di Indonesia. Bahkan sekarang ada posisi lowong untuk posisi pemasaran di Indonesia.

Jika melihat strategi bisnis dan pemasaran Friendster seperti itu, maka bisa diperkirakan akan ada nanti semacam “pusat riset” Friendster di Indonesia, yang bertujuan untuk mengembangkan produk Friendster di Indonesia. Jadi, dalam kasus ini, market pull Indonesia sangat tinggi, mudah-mudahan memang ada manfaatnya untuk perkembangan kemampuan teknologi informasi di tanah air kita ini.

NB :

Posting saya lainnya yang sejenis, khusus membahas pasarnya doang, dapat dilihat di sini, … tq

6 Responses to “PENETRASI PASAR DAN PENGEMBANGAN PRODUK ALA FRIENDSTER DI INDONESIA”

  • mazirwan:

    kalo FS dengan FB mungkin bisa dikatakan saingan..
    tapi kalo FS dengan Plurk, saya rasa kok enggak ya pak… orientasi Plurk walaupun sama-sama berupa aplikasi jejaring sosial, tapi ditujukan untuk jurnal singkat… mirip blog tapi mini, makanya disebut mini blog…
    CMIIW

    ——————-

    Mungkin definisi mengenai kompetisi perlu kita sepakati, ada yang disebut direct competition, seperti FS dan FB, dan ada juga yang disebut extended competition, seperti FS dengan aplikasi jejaring sosial lainnya. Nah, saya memang tidak menspesifikan jenis kompetisinya, tetapi kedua jenis kompetisi itu terjadi di dunia bisnis, termasuk terhadap FS …

  • mazirwan:

    satu lagi, kalo ngomongin pengembangan produk dalam kaitannya dengan dunia IT, saat ada pengembangan produk menulis cerita pendek secara gotong royong yang di bangun oleh komunitas CahAndong. Situsnya di www.cerpenista.com. Ide ini saya pikir cukup brilian dan sepengetahuan saya adalah produk orisinal buatan Indonesia berdasarkan pada aplikasi Web2.0 yang merupakan pengembangan dari aplikasi jejaring sosial yang sudah ada.

    ———————

    Wah, mengenai komunitas Cah Andong, terima kasih banyak atas infonya … Nah, sekarang bagaimana hasil karya teman-teman di sana bisa muncul ke permukaan dengan nilai ekonomi yang tinggi …

  • ADA APA DENGAN FACEBOOK ? |www.RiriSatria.Net:

    […] Friendster akhirnya banting stir strategi dengan memperkuat basis di Asia, maka kelihatannya kini giliran FaceBook harus berpikir untuk banting stir. Kondisi FaceBook […]

  • SEPULUH POSTING TERPOPULER DI BLOG INI |www.RiriSatria.Net:

    […] kedua adalah “PENETRASI PASAR DAN PENGEMBANGAN PRODUK ALA FRIENDSTER DI INDONESIA“, yang ditulis tanggal 11 Agustus 2008. Tulisan ini berisikan analisis saya terhadap manuver […]

  • STRATEGI JELAJAHI PASAR |www.RiriSatria.Net:

    […] saya lainnya yang sejenis bisa dilihat di sini, dengan kasus Friendster di Indonesia … terima kasih. 4 comments | Add […]

  • FRIENDSTER OH FRIENDSTER … NASIBMU : www.RiriSatria.Net:

    […] mau membuat pusat inovasinya di Asia Tenggara setahun yang lalu (lihat posting saya tentang hal itu di sini). Bahkan merekrut Richard Kimber, mantan petinggi Google di Asia Tenggara sebagai CEO Friendster […]

Leave a Reply