Beberapa hari yang lalu, saya membaca berita di berbagai media massa, (juga di sini), bahwa sahabat saya, Indra Jaya Piliang, memutuskan untuk melanjutkan perjuangan politiknya, dari menjadi pengamat, yang senantiasa berada di luar sistem, menjadi pelaku atau aktor politik, yang berada di dalam sistem. Saya pun mengirimkan sms singkat kepada IJP, begitu panggilan saya kepada beliau, “IJP, selamat berjuang dalam sistem, gw percaya angku bisa, pls tetap menjadi IJP yang kritis dan penuh integritas, my friend“.

Saya bersahabat baik dengan IJP sewaktu kami kuliah di Universitas Indonesia dulu. Saya kuliah di Ilmu Komputer, dan IJP di Sejarah, tetapi kami sama-sama aktif di Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Indonesia “Eka Prasetya”. IJP dan saya juga berasal dari daerah yang sama, yaitu Sumatera Barat. Sewaktu kuliah dulu, saya akui analisis politik kawan yang satu ini memang hebat dan brilian. Rupanya sehabis kuliah, IJP memutuskan berkarir di dunia politik. Sebelumnya dia juga pernah menjadi aktor politik dan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), dan kemudian mengundurkan diri, dan berprofesi sebagai pengamat atau analis politik di CSIS (Center for Strategic and International Studies). Rupanya sekarang, panggilan politiknya muncul lagi, dan IJP bergabung dengan Partai Golkar.

Pernyataan lengkap IJP mengenai hal ini bisa dibaca di sini.

Saya berharap, IJP masih seperti IJP sahabat saya sebelumnya, kritis, idealis, dan penuh integritas. Pernyataannya IJP yang siap bunuh diri kalau dia korupsi setidaknya memberikan sebuah jaminan akan integritas, walaupun ada yang skeptis melihatnya. Tetapi menurut saya, IJP perlu didukung dan diberi kesempatan untuk membuktikan itu semua … I believe you are, my friend … good luck !