LILIN DAN KEGELAPAN

7 komentar »

Jika kegelapan mendatangi sekelompok orang, maka …
- mereka yang skeptis dan pesimis sibuk mengutuk kegelapan.
- mereka yang apatis membiarkan dirinya hanyut dalam kegelapan.
- para pencari kesalahan saling tuduh, siapa penyebab kegelapan.
- para komentator sibuk berdebat, mengapa muncul kegelapan.
- pemimpin sejati, segera menyalakan lilin, dan menyusun tindakan.

… yang manakah kita, kawan ?

CHIEF INFORMATION OFFICER (CIO)

2 komentar »
Tulisan saya ini pernah dimuat pada majalah eBizzAsia, Vol.I No. 04, Februari 2003.

Bagi pembaca yang mengamati trend di dunia manajemen, maka pasti mengikuti suatu trend yang sangat menarik untuk dibahas. Trend tersebut adalah semakin membaurnya bidang-bidang fungsional di dalam perusahaan dan batas-batasnya menjadi semakin kabur. Dahulu orang beranggapan bahwa kegiatan pemasaran terpisah dengan manajemen sumber daya manusia, terpisah dengan keuangan, terpisah dengan teknologi informasi, dan sebagainya. Kondisi seperti itu disebut vertical enterprise, di mana bidang-bidang fungsional yang terdiri dari pemasaran, keuangan, sumber daya manusia, operasi dan produksi, serta teknologi informasi menjadi pilar-pilar yang berdiri sendiri-sendiri di dalam perusahaan.

Tetapi saat ini ternyata anggapan tersebut mulai hilang perlahan-lahan. Dalam kegiatan pemasaran, ada aspek sumber daya manusia, yaitu perencanaan sumber daya penjualan, memotivasi tenaga penjual dan sebagainya. Demikian pula dengan keuangan, di mana kegiatan promosi saat ini dapat dianggap sebagai suatu investasi, bukan lagi biaya semata. Nah, dengan demikian, terlihat jelas bagaimana bidang-bidang fungsional ternyata semakin membaur, batas-batasnya semakin tipis, bahkan banyak sekali kegiatannya yang tumpang-tindih.

Perkembangan seperti ini melahirkan konsep yang disebut dengan process enterprise, seperti yang diungkapkan oleh Michael Hammer dan Steven Stanton dalam artikel mereka “How Process Enterprises Really Work” pada Harvard Business Review edisi November – Desember 1999. Konsep process enterprise betul-betul mengubah cara pandang kita mengenai perusahaan, dari pilar-pilar fungsional yang terpisah, menjadi proses-proses yang lintas bidang fungsional. Baca selengkapnya … »

SELAMAT BERJUANG DALAM SISTEM, ‘NDRA …

2 komentar »

Beberapa hari yang lalu, saya membaca berita di berbagai media massa, (juga di sini), bahwa sahabat saya, Indra Jaya Piliang, memutuskan untuk melanjutkan perjuangan politiknya, dari menjadi pengamat, yang senantiasa berada di luar sistem, menjadi pelaku atau aktor politik, yang berada di dalam sistem. Saya pun mengirimkan sms singkat kepada IJP, begitu panggilan saya kepada beliau, “IJP, selamat berjuang dalam sistem, gw percaya angku bisa, pls tetap menjadi IJP yang kritis dan penuh integritas, my friend“.

Saya bersahabat baik dengan IJP sewaktu kami kuliah di Universitas Indonesia dulu. Saya kuliah di Ilmu Komputer, dan IJP di Sejarah, tetapi kami sama-sama aktif di Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Indonesia “Eka Prasetya”. IJP dan saya juga berasal dari daerah yang sama, yaitu Sumatera Barat. Sewaktu kuliah dulu, saya akui analisis politik kawan yang satu ini memang hebat dan brilian. Rupanya sehabis kuliah, IJP memutuskan berkarir di dunia politik. Sebelumnya dia juga pernah menjadi aktor politik dan bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), dan kemudian mengundurkan diri, dan berprofesi sebagai pengamat atau analis politik di CSIS (Center for Strategic and International Studies). Rupanya sekarang, panggilan politiknya muncul lagi, dan IJP bergabung dengan Partai Golkar.

Pernyataan lengkap IJP mengenai hal ini bisa dibaca di sini.

Saya berharap, IJP masih seperti IJP sahabat saya sebelumnya, kritis, idealis, dan penuh integritas. Pernyataannya IJP yang siap bunuh diri kalau dia korupsi setidaknya memberikan sebuah jaminan akan integritas, walaupun ada yang skeptis melihatnya. Tetapi menurut saya, IJP perlu didukung dan diberi kesempatan untuk membuktikan itu semua … I believe you are, my friend … good luck !

BATAM, KEPRI, DAN TEORI CLUSTER

3 komentar »

Mumpung masih fresh baru balik dari Batam, dan mendapatkan kesempatan untuk ngobrol dengan orang-orang penting di jajaran pemko Batam dan pemda Kepulauan Riau (Kepri), maka saya mencoba menuliskan pemikiran ini, mengenai strategic positioning Batam dan Kepri secara umum. Tulisan ini memang baru pemikiran awal, secara umum, dan memang masih perlu studi lebih lanjut untuk rinciannya.

Saya sangat mempercayai teori cluster dan dari Michael Porter. Jadi alat analisis saya di sini adalah teori cluster. Cluster adalah sebuah wilayah yang dibangun dengan fokus kepada satu keunggulan tertentu. Sebuah cluster ditopang oleh beberapa hal, yaitu kondisi bisnis, infrastruktur, kondisi pasar, regulasi pemerintah, pendidikan, industri lain yang relevan, serta sumber pendanaan atau keuangan.

Kepri, saat ini adalah propinsi termuda di Indonesia, terdiri dari 96% lautan, dan hanya 4% daratan. Tanpa analisis yang mendalam, kita sudah bisa menebak, bahwa industri maritim adalah strategic positioning dari Kepri. Industri maritim ini memiliki banyak sub-industri yang bisa diangkat sebagai cikal bakal cluster, antara lain perikanan, perkapalan, pariwisata kelautan. Kepri juga memiliki keunggulan komparatif yang lain, yaitu terletak di posisi silang jalur pelayaran, serta memiliki cadangan minyak bumi di sekitar Natuna. Oke deh, minyak bumi kita keluarkan dulu dari daftar strategic positioning ini, walaupun bisa saja suatu saat pemda berpartisipasi dalam hal ini seperti Bumi siak Pusako di Riau yang ikut mengelola sumur minyak ex Caltex (sekarang Chevron) bersama Pertamina. Dengan demikian, Kepri memiliki strategic positioning industri maritim, meliputi perikanan, perkapalan, dan pariwisata kelautan. Baca selengkapnya … »

Tulisan sebelumnya »