
Pagi tadi, saya menjadi pembicara pada acara Seminar Nasional Tips dan Trik Jitu Membangun dan Menerapkan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Hotel Planet Holiday - Batam. Acara ini diselenggarakan oleh KADIN Provinsi Kepulauan Riau dan Majalah e-Indonesia, serta didukung oleh DepKominfo. Saya kebagian topik mengenai manajemen perubahan organisasi untuk mempercepat proses implementasi TIK.
Agak diluar dugaan, ternyata terjadi perubahan acara disebabkan adanya acara protokoler yang berubah, maka saya menjadi pembicara pertama. Waduh, padahal materi presentasi saya siapkan bukan untuk menjadi pembicara pertama, melainkan menjadi pembicara kesekian, begitu. Apalagi topik saya sifatnya sangat mikro, yaitu perubahan organisasi, maka tentunya harus didahului oleh pembahasan aspek makro. Pada sesi pertama ini, ada 3 pembicara yang tampil, pertama saya sendiri, lalu Pak Heru Sutadi (BRTI / majalah e-Indonesia), serta ketiga Pak Muhammad Awaluddin (Telkom Divre Sumatera).

Tiga pembicara sesi pertama menerima kenang-kenangan dari panitia, dari kiri : saya, Pak Heru Sutadi (BRTI), Pak Andy Zoeltom (e-Indonesia / panitia), dan Pak Muhammad Awaluddin (Telkom Divre Sumatera).
Tadinya Pak Suhono Supangkat yang saya harapkan memberikan aspek yang makro berupa kebijakan mengenai TIK di Indonesia, disusul dengan presentasi beberapa kasus di Indonesia untuk kota atau pemerintahan, dan barulah masuk ke aspek mikro yaitu perubahan organisasi yang saya bawakan. Tetapi semua pembicara tersebut diubah menjadi sesi kedua sehabis makan siang.
Well, dalam waktu singkat, pagi sementara acara pembukaan berlangsung, saya utak-atik slide presentasi, tambahkan di sana sini, supaya bisa memberikan nuansa makro sebagai pengantar.
Saya memulai presentasi dengan menunjukkan komponen dasar pembentuk organisasi, yaitu (1) arah atau direction berupa visi, misi, strategi, dan kebijakan, (2) sistem dan teknologi, di mana TIK masuk ke sini, serta (3) manusia atau people, dalam hal ini kuantitas serta kompetensi atau kualitas. Ketiga komponen ini akan sangat ditentukan oleh budaya atau paradigma berpikir organisasi tersebut, yang sering disebut juga dengan sistem nilai. Dengan demikian, kita sudah meletakkan TIK pada posisinya di dalam organsiasi. Berbagai insiatif stratejik di bidang TIK, misalnya Batam Digital Island, tentu bukanlah tujuan, melainkan suatu wahana untuk mencapai tujuan. Tujuan Batam yang sebenarnya bukanlah menjadi digital island, melainkan ada yang lebih besar seperti yang tercantum dalam visi, misi, strategi, dan kebijakan strategis pulau Batam.
Ketiga komponen di atas haruslah bergerak secara simultan. Jika satu komponen bergerak, maka pasti ada pergerakan komponen lainnya. Jika hanya salah satu komponen yang bergerak, maka akan terjadi ketidakseimbangan di dalam organsiasi, dan umumnya hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jika hanya TIK-nya yang diubah, sementara itu struktur organsiasi, proses bisnis, kompetensi manusia, dan aspek lainnya tidak berubah, maka TIK dikhawatirkan tidak akan membawa manfaat strategis, atau kurang berdayaguna untuk kemajuan organisasi, termasuk masyarakat. Dengan demikian, implementasi TIK itu adalah suatu perubahan, maka dia “tunduk” kepada hukum atau kaidah-kaidah manajemen perubahan organsiasi.
Dengan demikian, perlu dilakukan intervensi organsiasi, baik yang sifatnya hard seperti pembenahan struktur, proses, kompetensi, dan sebagainya, sampai dengan yang sifatnya soft, yaitu leadership style dari pimpinan yang berbentuk transformational leadership. Intervensi ini dilakukan oleh satu tim, yang disebut dengan change agents.
Dalam waktu yang singkat, hanya 20 menit, tentu agak susah buat saya untuk menyampaikan manajemen perubahan ini dengan rinci. Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan karakteristik change agents, kemudian tahapan sederhana melakukan manajemen perubahan, serta contoh kasus sederhana mengenai manajemen perubahan akibat implementasi TIK di sebuah organsiasi.
Surprise buat saya, pada saat sesi tanya jawab, ternyata topik yang saya sampaikan banyak mendapatkan tanggapan … terima kasih banyak … salam sukses selalu ..

strategy | organization | HRD 

