
Seharian tadi saya mengikuti pre-conference workshop dalam rangka Asia HRD Congress 2008 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta. Ada 9 seri topik workshop yang ditawarkan, dan saya memilih topik “cultural dynamics in cross cultural team” yang dibawakan oleh Jitske Kramer dari Human Dimension - Netherlands. Biasanya kalau workshop, saya sering berada di depan kelas sebagai fasilitator, tapi kali ini, saya sebagai peserta
Latar belakang Jitske adalah antropologi budaya, sehingga terlihat dalam kerangka berpikir yang dia tawarkan, pendekatan antropologi budaya cukup dominan, walaupun Jitske mencoba untuk membawanya ke ranah manajemen dan organisasi. Jitske sendiri mengakui hal ini, dan untuk itulah dia berkolaborasi dengan Margreeth Kloppenburg, teman dia yang ahli di bidang team management, sehingga menghasilkan suatu pendekatan cultural dynamics untuk team.
Mereka berdua membangun kerangka RER model untuk memfasilitasi cross cultural team menjadi suatu team yang unggul. Sebuah riset menunjukkan bahwa cross cultural team itu berada di dua titik ektrem, bisa jadi sangat unggul, atau sebaliknya, menjadi pecudang sejati. Dengan demikian dibutuhkan suatu pendekatan untuk membangun suatu team yang anggotanya memiliki keragaman budaya, tetapi mampu membangun sinergi untuk keunggulan.
Model RER terdiri dari 3 langkah, yaitu (1) Reframe, (2) Explore, dan (3) Resolve. Penjelasannya begini, reframe dilakukan pada saat terjadi cultural shock. Reframe berarti mengubah situasi yang penuh cultural shock menjadi situasi open-mind curiosity melalui pendekatan dialog dan mediasi. Sedangkan explore merupakan langkah lanjutan untuk mencapai sikap saling pengertian akan perbedaan budaya. Terakhir resolve, di mana jika sudah saling memahami, kita bisa membangun sinergi melalui perbedaan budaya tersebut. Intinya adalah, bagaimana kita memandang keragaman sebagai sebuah aset, bukan halangan, apalagi bencana.
Menurut pemahaman saya, apa yang disampaikan oleh Jitske secara prinsip bukanlah hal yang baru. Tetapi keunggulan Jitske dan Kloppenburg adalah kemampuan mereka membangun model berdasarkan riset untuk memanajemeni budaya yang berbeda di dalam sebuah tim. Artinya mereka tidak hanya bermain pada tatanan konseptual, melainkan juga menawarkan semacam jalan untuk mengeksekusi atau mengimplementasikannya.
Thank you, Jitske …


strategy | organization | HRD 


[…] CULTURAL DYNAMICS IN CROSS CULTURAL TEAM […]
Komentar dan Diskusi