Pesta Blogger 2008 sudah dicanangkan, dan akan akan dilaksanakan tanggal 25 Oktober 2008 nanti. Ingatan saya kembali pada Pesta Blogger 2007 yang lalu. Suasana hingar-bingar, semacam acara reuni besar, ketemu darat dengan berbagai blogger kawakan, tetapi setelah itu berakhir, lantas apa selanjutnya ? Apakah ini memang sebuah pesta semata ?
Dengan penuh rasa hormat kepada teman-teman pencetus ide awal Pesta Blogger, oke lah, pada awalnya kita sekedar membangkitkan awareness. And what’s next ? Saya sangat mempercayai bahwa blog adalah sesuatu yang revolusioner dan dahsyat. Hanya saja, sayang belum termanfaatkan secara optimal di negara ini, untuk masyarakat dalam artian yang luas, termasuk dunia bisnis profesional maupun sosial. Read More…
This post is a tribute to HyperCard, an application program from Apple Macintosh computer that was among the first successful hypermedia systems before the World Wide Web. (This article was posted in Mac.web.id, an Indonesian Apple Mac user group).
Why did I write this tribute ? There were 3 main reasons :
First, my first article about computer application (or computer in general) was about HyperCard and published by InfoKomputer magazine (a very famous computer magazine in Indonesia) in 1991. I was very happy that time because that was my first article published on a well-known professional magazine in Indonesia. Read More…
Saya suka pemodelan sistem blogsphere yang dikembangkan oleh blogger Pak Dhe Rovicky ini. Beliau adalah seorang ahli geologi dan banyak nge-blog masalah-masalah geologi dan fenomena alam lainnya. Saya sendiri pernah ketemu beliau pada Pesta Blogger 2007 yang lalu di Blitzmegaplex Jakarta.
Pak Rovicky menggambarkan bahwa blogsphere adalah suatu sistem besar yang melibatkan banyak aktor, mulai dari blogger sampai dengan masyarakat umum. Terdapat 4 jenis interaksi dalam model tersebut (lihat gambar di atas). Beliau menyebut ada interaksi hanya sekedar “katak di bawah tempurung” untuk blogger, sampai dengan interaksi yang memungkinkan ide-ide brilian para blogger menjadi bermanfaat untuk masyarakat banyak. Read More…
Setelah menjalani tindakan medis operasi abses perianal serta hemoroid hari sabtu yang lalu (26 Juli) di Royal Progress International Hospital Jakarta oleh dr. Hendry L. Santosa SpB, sekarang saya berada pada masa pemulihan. Karena ada 2 obyek yang dibedah, jadi ada 2 sayatan down there di tubuh saya saat ini.
Setelah operasi dan dalam masa pemulihan ini, ada beberapa lessons learned yang saya peroleh berkaitan dengan tindakan medis operasi atau pembedahan, mulai dari sebelum operasi, sampai masa pemulihan.
1. Pasrahlah kepada Yang Maha Kuasa, bahwa dialah Sang Penentu segala-gala, dan tindakan medis yang dilakukan ini adalah semacam ikhtiar. Percayakanlah (trust) semuanya kepada tim dokter dan perawat (positive thinking) bahwa mereka akan melakukan yang terbaik. Ini akan memberikan ketenangan, terutama saat akan memasuki ruang operasi. Alhamdulillah, saya merasakan ini sebelum dioperasi, bahkan saya jalan sendiri menuju ruang operasi dan naik ke meja operasi sendiri. Dengan pasrah dan positive thinking seperti ini, hubungan pasien dengan dokter serta perawat akan baik, dan saya merasakan bagaimana hubungan baik ini sangat membantu sekali, terutama di masa pemulihan. Read More…
Posted in
Aktivitas lain-lain at July 29th, 2008.
18 Comments.
Sungguh, saya sangat trenyuh membaca tulisan Pak Sjafri Mangkuprawira di blog beliau mengenai nilai pensiun seorang akademisi dengan kategori guru besar atau profesor.
” …. Besarnya uang pensiun sebagai PNS dengan masa pengabdian selama 39 tahun dua bulan, yang saya terima adalah sebesar Rp2.182.500 ditambah dengan tunjangan isteri sebesar Rp218.250 plus lain-lain; totalnya adalah Rp2.400.800. …”
Ayah saya juga seorang dosen, juga sudah pensiun, dengan golongan yang hampir sama dengan Pak Sjafri, dan memang uang pensiun diterima hampir sama.
Bagaimana tidak trenyuh, nilai di atas masih belum setengahnya penghasilan anak muda yang baru saja memulai karir di sebuah perusahaan telekomunikasi besar, atau perusahaan minyak dan gas. Bahkan seorang asisten lawyer pada sebuah law firm terkenal, yang baru lulus sarjana S1 pun bergaji lebih dari 2x nilai tersebut. Read More…
Masih dalam rangka Asia HRD Congress 2008, tadi siang saya berkesempatan ketemu dengan sosok yang pernah menjadi CEO handal di Indonesia, yaitu Pak Robby Djohan. Beliau yang membesarkan Bank Niaga dari bank kecil menjadi besar, lalu “menyelamatkan” Garuda Indonesia dari kebankrutan, serta arsitek mega merger Bank Mandiri sehingga tidak hanya terselamatkan dari krisis, melainkan juga berkembang menjadi besar.
Satu hal yang saya kagum sama beliau adalah, di masa pensiunnya, beliau lebih banyak melakukan proses pencerdasan anak bangsa, terutama di bidang manajemen dan bisnis. Di samping aktif menulis buku, beliau juga mengajar di kelas pascasarjana manajemen di Universitas Indonesia. Read More…
Posted in
Aktivitas lain-lain at July 24th, 2008.
2 Comments.
Pentingkah mengukur ROI (return on investment) untuk evaluasi pengembangan SDM seperti pendidikan dan training ? Pendapat yang agak mengejutkan saya keluar dari Jim Kirkpatrick sewaktu dia menjadi salah satu pembicara pada Asia HRD Congress 2008 tadi siang. Well, baru kali ini saya lihat orangnya langsung bicara, biasanya hanya baca bukunya.
Jim Kirkpatrick adalah anak dari Don Kirkpatrick, orang yang pertama kali mengembangkan konsep evaluasi training yang dikenal dengan 4-level training evaluation. Level 1 adalah reaksi dari peserta (reaction), level 2 adalah terjadinya proses pembelajaran (learning), level 3 adalah berubahnya perilaku dan menerapkan ilmu baru di tempat kerja (behavior), serta level 4 adalah terjadinya perbaikan di dalam bisnis perusahaan (result).
Jim Kirkpatrick mengatakan bahwa yang terpenting bukanlah ROI atau return on investment untuk training, atau ada juga yang menyebutnya ROTI (return on training investment), melainkan ROE atau return on EXPECTATION. Expectation siapa ? Tentu saja para pengguna jasa manajemen SDM di dalam perusahaan, yaitu unit lainnya atau business leaders. Jadi, menurut Jim, yang perlu diketahui pertama kali adalah apakah harapan atau ekspektasi pimpinan unit lain (business leaders) terhadap pengembangan SDM. Read More…
Posted in
Manajemen SDM at July 24th, 2008.
No Comments.
Ini cerita atau pengalaman isteri saya baru-baru ini. Dia bilang, dia ditelepon oleh sebuah bank yang menawarkan pinjaman tunai sebesar Rp. 5 juta yang dapat dicicil dalam waktu 6 bulan, pasti disetujui, tanpa bunga (gila !), cukup dengan uang administrasi Rp. 500 ribu yang langsung dibayarkan di muka. Hebat bukan ? Sekilas, jika kita tidak berpikir panjang atau kritis, bisa ketipu lho …
Well, saya hanya kasihan sama si mbak yang menelepon, kali ini dia ketemu seorang akuntan dan family financial analyst, he he he (lihat saja di sini) … Coba pikirkan, apa artinya Rp. 500 ribu yang dibayar di muka tersebut ? Bukankah itu sama dengan bunga ? ataupun kalau namanya lain, pokoknya biaya yang harus dikeluarkan. Jumlah Rp 500 ribu dari Rp. 5 juta berarti 10%-nya. Dengan demikian, beban biayanya adalah 10% untuk pinjaman jangka 6 bulan atau setengah tahun. Jika dibawa ke nilai annual atau tahunan, berarti beban itu adalah 20% per tahun. Read More…